
Judul : Anomali Hati
Penulis : Lubis Grafura
Penerbit : Buku Mojok
Tahun terbit : 2018
Tebal : 175 halaman
Novel Anomali Hati ini ditulis oleh Lubis Grafura. Lubis lahir di Kediri pada tanggal 8 Juli 1984. Saat ini aktif sebagai pengampu Jurnalistik pada SMKN 1 Nglegok Blitar. Ia sudah mulai menulis buku sejak tahun 2005 hingga sekarang. Bahkan ia juga pernah menjadi editor buku. Lubis Grafura banyak menerima penghargaan karya tulis salah satunya pernah memenangkan juara I Lomba Cipta Puisi IRIB tentang Keagungan Nabi Muhammad 2007 kerjasama Indonesia dengan Irak.
Salah satu novel karyanya ini menceritakan tentang Alendra yang sangat menggemari ilmu fisika hingga mendapat julukan professor di kampusnya. Lalu berkenalan dengan Sheli melalui pesan kesasar ke gawainya. Mulai dari sana mereka semakin dekat dan rajin bertukar kabar serta bersenda gurau.
Tetapi kejanggalan terjadi pada saat keduanya ingin bertemu selalu saja ada kendala yang membuat tidak bisa berjumpa meskipun tempat dan waktu sudah ditentukan. Kejanggalan tersebut terus berulang membuat Alendra menjadi semakin penasaran dan memutuskan untuk melakukan penyelidikan dan menarik kesimpulan bahwa telah terjadi perbedaan waktu antara keduanya. Hal itu mau tak mau menjadikan Alendra sebagai penjelajah waktu.
Penulis berhasil membuat pembaca terkagum-kagum dengan novel ini. Karena sangat berbanding terbalik dengan judul bukunya, novel ini mengambil latar relativitas yang menjadikan ceritanya unik. Membaca novel ini seperti menonton film ber-genre sci-fi dimana sang tokoh utama menjadi terobsesi dengan penjelajahan waktu. Serta, kutipan-kutipan dari tokoh fisikawan maupun tokoh lainnya di setiap halaman menjadikan buku lebih menarik untuk dibaca. Novel inipun menggunakan bahasa yang ringan serta pemilihan kata yang sehingga membuat pembaca susah untuk berhenti sebelum ceritanya selesai.
Sebaliknya, di novel ini terlalu banyak menggunakan istilah ilmu fisika dan deretan nama ilmuwan menjadikan novel ini sulit untuk dimengerti orang awam. Bahkan penulis juga menyelipkan kesan sejarah dan agama yang membuat ceritanya terasa berat. Pada saat akan masuk ke akhir cerita, alur nya mulai sulit untuk dipahami karena tiba-tiba ada adegan yang sangat berbeda dari alur-alur sebelumnya yang terasa sangat ringan. Dan yang membuat saya lebih kecewa adalah endingnya yang sagat jauh dari ekspektasi saya.
Tetapi keseluruhan dari novel ini sangatlah positif. Anomali hati tak hanya bicara soal cinta-cintaan remaja, tapi bicara lebih luas dari itu. Anomali hati bicara tentang banyak hal, dari fisika, teori relativitas waktu, bahkan berbicara tentang hal-hal tidak normal namun menarik untuk dibayangkan. Ini saintifik tapi tetap tidak membuat bosan pembacanya. Segala usaha mereka lakukan untuk membuat waktu di antara keduanya sejajar sehingga dua hati yang direntang oleh jarak bisa dipersatukan.*
*Annisa Aulia W. – XI MIPA-8 / SMADA 38