
Judul Buku : Musim Baru
Pengarang : Roidah
Penerbit : Erlangga
Tahun Terbit : 2012
Tebal Buku : 122 halaman
Ukuran Buku : 13×19 cm
Roidah lahir di Padang, Sumatera Barat, 6 April 1975. Perempuan lulusan Fakultas Sastra Universitas Andalas (Unand) Sumbar ini sangat aktif menulis baik dalam bentuk artikel, fiksi, dan puisi. Tulisannya banyak dimuat dalam media massa lokal maupun nasional. Dia pernah menjabat sebagai Wakil Pimpinan Redaksi majalah Tasbih, Sumbar (2005-2006), koresponden majalah Alkisah (Grup Aneka Yess!) untuk wilayah Sumbar (2004-sekarang), dan kontributor majalah Khalifah, Jakarta (2009-sekarang). Salah satu novelnya yang telah beredar dipasaran yaitu novel Musim Baru.
Novel Musim Baru ini bercerita tentang Deinia Renita, gadis keturunan India yang besar di ranah Minang yang berusaha keras menentang tradisi dalam keluarganya. Terlahir dalam lingkungan keluarga yang sangat patuh dan berpegang teguh pada tradisi leluhur membuat jalan kisah cintanya semakin terjal. Umak (Ibu) hanya ingin Dei menikah dengan lelaki yang masih ada hubungan darah India yaitu, Na Dji.
Dei yang tidak ingin terjerumus dalam peraturan keluarganya itu memberanikan diri mengenalkan Rasyad kepada keluarganya. Perjalanan cinta belum usai, Rasyad pun harus pergi meninggalkan Dei.Namun, tak perlu waktu lama, Dei pun terpikat pada kepolosan dan kejujuran Paloan. Tidak ingin gagal untuk kedua kalinya, Dei pun nekat menentang tradisi keluarganya yaitu kawin lari dengan Paloan, yang tidak memiliki hubungan darah India.
Di tanah kelahiran Paloan, Dei menghabiskan hari-hari bahagianya bersama keluarga barunya. Sayangnya kebahagian Dei tidak berlangsung lama, kebahagian itu harus hilang seiring terjangan tsunami yang melanda tanah Paloan. Dengan hati tercabik Dei kembali pada keluarganya di Padang, dan keinginan Umak pun tercapai. Setelah semuanya pulih, pesta pernikahan Dei dengan Na Dji pun di gelar. Akhirnya hidup Dei dan Na Dji pun berubah menjadi keluarga yang bahagia.
Novel Musim Baru ini, meniliki cerita yang menarik dan mudah dicerna oleh pembaca. Novel ini memiliki alur cerita yang mudah dipahami oleh pembaca . Pemaparan tokoh dalam novel ini juga sangat jelas dan tidak berbelit-belit. Dalam novel ini pemaparan setting tempatnya juga sangat jelas, sehingga membuat pembaca seolah-olah berada pada tempat yang digambarkan. Sayangnya, novel ini memiliki beberapa kata daerah yang sulit dipahami dan tidak dilengkapi dengan keterangan seperti kata “uda”.
Novel musim baru ini sangat cocok dibaca untuk orang dewasa yang akan membangun sebuah rumah tangga. Karena novel ini mengajarkan kita tentang pahit manisnya kehidupan rumah tangga. Selain itu novel ini mengajarkan kita bahwa jodoh, rezeki, dan maut itu hanya Allah yang tahu. Dan kita sebagai umat-Nya hanya bisa pasrah, mensyukuri, dan menjalani apa yang telah Allah takdirkan untuk kita.*
* Novia Dea Savira – XI MIPA 5 / SMADA 38