Teman Tak Kasat Mata

Judul                       : Danur

Pengarang    : Risa Saraswati

Penerbit                 : Bukune

Tahun Terbit          : 2011

Tebal Buku     : 216

Halaman                : 13 x 19 cm

Risa memiliki hobi membaca karya-karya Enid Blyton sejak kecil, dan beralih pada karya-karya R.L.Stine saat remaja. Kebiasaan itu lantas beralih menjadi kebiasaan menulis cerita. Hobi baru ini yang membawa keberuntungan hingga akhirnya mencul kesempatam untuk menulis kisah-kisah di balik lagu-lagu yang ditulisnya dalam sebuah blog. Kedekatan Risa dengan hal-hal mistik juga banyak dibagi dalam bukunya.

Novel ini menceritakan kisah yang sangat jujur dan nyata. Buku yang diterbitkan oleh Bukune ini bercerita tentang kisah hidup Risa dari sisi yang ‘lain’. Sejumlah kisah yang unik, menarik dan nyata merupakan sisi paling penting dalam buku ini. Tidak semua orang bisa melihat dan berinteraksi dengan ‘mereka’ yang katanya menyeramkan.

Buku ini sangat menarik dengan tema horror meskipun tak begitu menakutkan. Bahkan buku ini mengajarkan kita bahwa hantu juga memiliki sisi manusiawi ketika mereka masih hidup. Kisah merekapun patut dijadikan pelajaran di hidup kita kedepannya. Tapi percaya atau tidak terhadap kisah hantu yang Risa tuliskan itu kembali ke diri sendiri. Seperti yang dikatakan Risa “Tidak perlu mempercayai keberadaan mereka, karena mereka hanya butuh didengar.”

Buku setebal 216 halaman ini kurang bisa diterima oleh logika kita dan juga apabila kita tidak membacanya sampai selesai, kita tidak akan mengerti tentang jalan ceritanya. Karena dibagian tengah cerita sedikit membingungkan dan tidak ada hubungannya dengan kelima sahabatnya.

Mungkin di zaman yang modern ini, kita sebagai remaja kurang tertarik untuk membaca buku yang tidak berkaitan dengan cinta. Namun, buku ini menyuguhkan cerita persahabatan sejati yang menerima apa adanya. Persahabatan mampu melumpuhkan segalanya walau mereka ‘berbeda’.

Kisah yang tertulis di buku Danur ini menyiratkan kita tidak menyia-nyiakan hidup yang diberi oleh Tuhan dan bersyukurlah atas apa yang agar Tuhan berikan untuk kita. Untuk yang belum membaca buku ini, tidak perlu takut membacanya di malam hari, karena isinya tidak semenyeramkan seperti apa yang kita bayangkan sebelumnya.*

* Feby Valerina Amanda – XI MIPA 5 / SMADA 38

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.