Melukis Bianglala di Pantai Barombong

Judul                     :  Insya Allah, Aku Bisa Sekolah dan Merekalah Bintang-bintang Bersinar di Tepi Pantai Itu

Penulis                  :  Dul Abdul Rahman

Penerbit               :  DIVA Press

Tanggal Terbit     :  Februari 2015

Kategori               :  Drama

Tebal Buku          :  276 halaman

Novel ini bercerita tentang Samadin anak seorang nelayan miskin yang harus tetap bersekolah untuk menggapai cita-citanya. Ayahnya selalu menasehatinya agar tetap bersekolah agar nantinya Samadin mempunyai kehidupan yang lebih baik dari pada ayahnya. Samadin memiliki sahabat dekat bernama Sapril. Mereka berdua selalu bersama-sama sejak kecil, mereka juga sering pergi melaut bersama. Akan tetapi Sapril tidak melanjutkan sekolah karena ayahnya tidak mengijinkannya bersekolah. Meskipun Sapril sangat ingin bersekolah.

Setelah ayah Samadin berbicara dengan ayah Sapril, akhirnya Sapril Diijinkan sekolah. Meskipun Sapril sudah berhenti setahun Samadin selalu menyemangati Sapril untuk terus belajar. Mereka selalu belajar bersama-sama. Bahkan saat melaut pun mereka selalu belajar. Di kelas Samadin ingin mengalahkan Fauziah, teman sekelas Samadin yang selalu mendapat peringkat satu. Samadin belajar dengan rajin untuk dapat mengalahkan peringat Fauziah ditambah Samadin menyukai Fauziah, semakin semangat ia belajar.

Saat penerimaan rapor, ternyata Samadin masih belum bisa mengalahkan rangking Fauziah, tetapi nilai bahasa Samadin lebih tinggi dari pada nilai Fauziah. Samadin tahu kalau Fauziah memang lemah dalam bahasa terlebih bahasa inggris. Jika ingin mengaahkan Fauziah maka Samadin harus menigkatkan nilai bahasa, terutama bahasa inggris. Di Pantai Barombong dan Sungai Janeberang adalah tempat belajar Samadin dan Sapril, disana mereka belajar bahasa Inggris, jika berada di Pantai Barombong dan Sungai Janeberang mereka tidak boleh berbicara bahasa Indonesia, sebagai latihannya dalam berbahasa inggris.

Hari- hari berjalan normal, hingga ayah Samadin meninggal saat pergi melaut. Samadin tidak percaya kalau ayah yang selalu menyemangatinya telah tiada. Samdin putus asa untuk bersekolah, apalagi ibunya yang lumpuh tidka dapat bekerja. Setelah memikirkan cara untuk mencari uang, Samadin memutuskan untuk berjualan kue. Usaha Samadin tidak sia-sia. Mendekati ujian akhir Samadin kebih giat belajar. Samadin tidak ingin membuat ayahnya kecewa. Ujian dilewati Samadin dengan lancar.

Saat pengumuman ujian tiba, Samadin akhirnya dapat mengalahan Fauziah dan mendapat peringkat pertama. Karena ketekunan Samadin ayah Fauziah meyekolahkan Samadin di sekolah pelayaran. Samadin menangis terharu karena ayahnya tidak ada untuk melihat hasil nilai ujian akhirnya.

Selain disajikan dengan bahasa yang mudah dipahami, novel ini juga menandung gaya bahasa yang sederhana. Latar belakang novel yang berdasar kehidupan nyata memungkinkan pembaca untuk merasakan latar cerita yang digunakan. Sealin itu juga terdapat kata-kata yang memotivasi kita untuk tetap terus mencari ilmu. Banyak pula amanat-amanat dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Terdapat kata-kata yang salah ketik, tidak mengurangi asyiknya novel ini. Isi cerita kurang sesuai dengan kehidupan anak SMP. Di sini diceritakan bahwa Samadin menyukai seorang gadis dan melakukan banyak cara untuk mendapatkan perhatiannya.

Novel  Insya Allah, Aku Bisa Sekolah dan Merekalalah Bintang- Bintang Bersinar di Tepi Pantai Itu dapat menjadi motivasi kita untuk terus mencari ilmu, meski terdapat banyak rintangan dan pentingnya pendidikan untuk bekal kehidupan. Tetapi novel ini tidak cocok dibaca oleh anak di bawah umur karena terdapat cerita yang mengisahkan Samadin yang mendatangi dukun untuk memikat hati Fauziah.

* Annisah Puteri E. – XI MIPA 2 / SMADA 36

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.