
DI kala angka menghujat kelam
Mereka tak paham
Bagaimana perasaan yang mulai menghantam
Memancing si tanda jasa dengan terkekeh
Membunuh sajak dengan bangganya
Mereka yang tak mengerti
Bagaimana cara menanak nasi yang diaduk buku
Memahami lembar hanya sebatas formalitas
Betapa menjijikkan
Mengadu etika dengan ludah
Kalian boleh saja menjambak wajahku
Tapi jangan-jangan hiraukan zamanmu
Bahkan kini muncul agama baru
Untuk mereka …
Para penyembah internet
Berkitab pada palsu yang di-Tuhankan
Hidup berisik bersama si negatif
Mereka tak lagi punya mimpi
Karena hidup yang sungguh naïf
Buku seakan hanya sebatas prasasti*
* Ayu Wandana – XI IPS-3 / SMADA 38