
Rintik air hujan membasahi bumi
Tetapi tak membuatnya berhenti
Terus bergerak menyalurkan amarah
Pukulan-pukulah kea rah sang lawan
Membuat cairan merah mengalir dari sudut bibirnya
Kabut amarah terus berkobar
Membuat aura hitam muncul dari tubuhnya
Akal sehat telah ditutupi oleh amarah
Seakan tak ada cara lain untuk menyelesaikannya
Geapnya langit menjadi saksi bisu pukulan itu
Untuk apa?
Untuk apa mereka melakukannya?
Seperti ingin mengakhiri hidupnya
Menghancurkan masa depannya
Hanya untuk menyelesaikan masalah, katanya
Bukan … Bukan seperti ini caranya
Tak ada masalah yang diselesaikan dengan luka
Apa cara damai tak berguna
Siapa yang tak berguna?
Kau atau cara damai itu yang tak berguna?
*Farah Azizah – X IPS-3 / SMADA 38