Mengarungi Cinta Sang Muslimah

Judul               : Assalamualaikum Calon Imam

Penulis            : Ima Madani

Penerbit          : Coconut Books

Tahun Terbit   : 2018

Tebal Buku      : 476 halaman

Ima Madani lahir di Bandung 24 Desember 1998. Dia baru menyelesaikan pendidikan tingkat Sekolah Menengah Kejuruan. Dia juga memiliki hobi menulis dan tertarik pada bidang medis yang sama cita-cita nya dengan Ibnu Sina dan ingin menjadi hafidz Qur’an. Ima Madani menulis novel berjudul Assalamualaikum Calon Imam ini  ingin mengingatkan untuk selalu bersyukur dan istiqomah dalam menjalankan ibadah kepada Allah tanpa mengeluh karena Allah akan memberikan yang terbaik untuk hambanya yag beriman.  

Nafisya Kaila Akbar memiliki perasaan kepada Jidan, teman Nafisya sejak kecil. Rupanya Jidan menyukai sosok Salsya, yaitu kakak Nafisya. Dan Jidan secara mendadak ingin menikahi Salsya. Sejak saat itu Nafisya selalu menghindar tiap melihat Jidan. Setelah pernikahan mereka, Nafisya dihadapkan dengan kondisi yang berat dimana sang dosen yang dia anggap galak dan tidak ia sukai itu malah ingin melamar dirinya, dosen tersebut bernama Alif. Akhirnya Nafisnya ingin melanjutkan pendidikannya ke luar negeri untuk menghindari pernikahan itu.

Situasi itu bersamaan dengan Abi Nafisya yang sedang dirawat di rumah sakit. Sebelumnya Alif sang dosen galak itu merasa bahwa Nafisya tidak akan menerinya, tapi karena memang mereka ditakdirkan akhirnya mereka bertemu dirumah sakit tempat Abi Nafisya dirawat. Karena kondisi sang Abi yang semakin lemah, akhirnya Nafisya memutuskan untuk menikah dengan Alif ditempat itu juga. Sebab Nafisya teringat bahwa Abinya ingin melihat kedua putrinya menikah. Akhirnya pernikahan dilangsungkan.

Setelah menikah para mahasiswa tidak ada yang tahu bahwa Nafisya dan dosen galak itu telah menikah karena mereka memutuskan untuk merahasiakan itu. Mereka menjalani kehidupan suami istri yang bisa dibilang seperti bukan suami istri beberapa saat. Tetapi seiring berjalannya waktu mereka mulai terbuka dan Nafisya mulai menerima Alif sebagai suaminya.

Di penghujung pendidikan S-1 nya akan usai, Nafisya tiba-tiba saja ingin meminta cerai kepada Alif, sontak Alif yang begitu mencintainya sangat terkejut dan menjadi lemas mendengar perkataan Nafisya. Alif bahkan sampai mencari kemana Nafisya pergi sampai larut malam dan tak ada sau pun kabar dari Nafisya. Baru keesokannya Nafisya pulang ke rumah dan langsung membereskan barang barangnya ke dalam koper. Alif sempat mencegah Nafisya, tapi karena Nafisya tetap ingin menceraikannya, ia hanya bisa pasrah dan menyetujui permintaan Nafisya.

Mulai saat itu Alif sangat membenci Nafisya, apapun yang berkaitan dengannya. Nafisya melakukan ini semua demi kebahagiaan orang yang ia cintai, yaitu Alif. Nafisya ternyata mengalami kebutaan sementara yang berefek sebagian tubuhnya tidak dapat berfungsi. Ia mencoba membuat semua orang tidak mengatakan apapun kepada Alif tentang kondisinya. Sampai suatu ketika Kahfa, yaitu teman Alif mengkhianati janjinya kepada Nafisya dan memberitahu kepada Alif tentang kondisi yang dialami Nafisya. Alif yang tahu bahwa Kahfa tidak berbohong kepadanya langsung menemui Nafisya di rumah sakit.

Pertemuan itu membuat Alif ingin menikahi Nafisya kembali dan pernikahan itu terjadi. Sejak pertemuan itu kondisi Nafisya semakin lemah dan dokter memutuskan untuk melakukan operasi. Operasi itu sangat berdampak pada hidup Nafisya, karena jika gagal nyawa Nafisya lah taruhannya. Operasi dimulai dan hasilnya Nafisya sudah tidak bernafas lagi alat yang menempel pada tubuh Nafisya dibiarkan terpasang sampai setengah jam berharap Nafisya sadar kembali. Sudah setengah jam berlalu ternyata Nafisya tidak sadar. Akhirnya alat itu dilepas dan Nafisya ternyata masih selamat.

Sejak itu Nafisya harus dipasang alat itu ditubuhnya, walaupun Nafisya tidak sadar dalam komanya, Alif tetap merasa bahagia setidaknya Tuhan telah membuat Nafisya lebih lama tinggal dengannya. Alif terkadang mengajak Nafisya bicara seakan-akan Nafisya sudah sadar, dan ia tak sengaja menemukan surat yang selama ini ditulis oleh Nafisya. Surat itu berisi tentang Nafisya yang mengagumi sosok pria yang membaca Surah Al-Kahfi, dosen galak dan Nafisya yang cemburu karena Alif lebih memperhatikan laptopnya sepanjang waktu. Hingga pada akhirnya Nafisya sadar dari koma. Dua bulan berlalu, akhirnya Nafisya dinyatakan positif hamil. Akhirnya Alif dan Nafisya hidup bahagia.

Dalam novel ini terdapat banyak ajaran untuk kita agar selalu istiqomah pada Allah SWT. Selain itu juga memberikan motivasi untuk para jomblo untuk tidak berkecil hati jika jodoh tidak akan salah kamar. Jika kamu mau punya jodoh, maka berubah menjadi lebih baik karena ada pepatah mengatakan bahwa jodoh adalah cermin kehidupan. Sementara itu, kekurangan buku ini hanya masalah editing saja.

 Novel ini memberikan pelajaran hidup yang dapat kita ambil hikmahnya untuk selalu bersyukur dan taat, dalam mengarungi bahtera kehidupan. Buku ini sudah dibaca oleh 3 juta pasang mata dan sudah di filmkan yang pemainnya Natasha Rizki dan Miller Khan pada tanggal 9 Mei 2018 lalu. Sebagai buku yang bergenre Islam akan semakin bagus apabila pengejaan kata dan kalimat menjadi lebih baku agar lebih enak dibaca, walaupun dengan kata-kata tersebut kita menjadi lebih bersahabat dengan novel.*

* Vania Natha Kaesthi – XI MIPA 3 / SMADA 38

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.