
Waktu berjalan, pun berputar namun perlahan
Generasi muda dengan cemas menunggu
Menunggu terbukanya pintu masa depan
menjadikan fatamorgana terlihat membisu
Generasi bak debu berpacu berlalu
Untuk pencapaian Indonesia yang nyata
Nampak senyum simpul Ibu Pertiwi
Pertanda anak Indonesia bisa berkarya
Namun di tengah derainya hujan
Debu berlalu hilang, hanyut olehnya
Meninggalkan sebutir yang tersisa
Lelah semngat untuk nama yang diharumkan
Siapa lagi, kalau bukan Indonesia
Siapa lagi, kalau bukan nusantara
Sejenak semua itu terasa palsu
Kepalsuan yang memicu setiap waktu
Sungguh kepalsuan yang tiada henti
Memicu euphoria anak bangsa untuk berdiri
Berdiri dari carut marut kehidupan
Berdiri dari keterpurukan
Impian bangsa. Tertahan di keraguan
Harapan bangsa, tertahan di keputusasaan
Rasa bangga, tertahan di permasalahan
Kepercayaan, tertahan di kemunafikan
Wahai anak bangsa, lihat ibu pertiwi tersenyum di depanmu
Wahai anak bangsa, dengar pahlawan di alam sana menderu
Sesekali dengan bisikan sayup olehnya
Meneriakkan, Ayo bangkitlah Anak Bangsa!
* FIki Dhuwi P. – XI MIPA-3 / SMADA 38