
Judul buku : Pertemuan Dua Hati
Penulis : Nh.Dini
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : 2003
Tebal buku : 85 halaman
Nh. Dini seorang sastrawan, novelis, dan feminis Indonesia yang lahir pada tanggal 29 Februari 1936 di Kota Semarang, Jawa Tengah. Beliau terlahir dari pasangan Saljowidjoo dan Kusaminah. Ia anak bungsu dari lima bersaudara. Nh. Dini mengatakan Ia mulai tertarik untuk menulis semenjak kelas tiga SD dan ternyata Ia sebelumnya tidak bercita-cita sebagai penulis melainkan Ia bercita-cita menjadi seorang sopir lokomotif atau masinis. Tetapi keinginannya tidak kesampaian karena tidak menemukan sekolah bagi calon masinis kereta api. Setelah Ia tamat dari SMA bagian Sastra pada tahun 1956. Pada tahun 1956, Ia mengikuti Kursus Pramugari Darat GIA Jakarta dan pada tahun 1957, Ia mengikuti Kursus B-I Jurusan Sejarah. Tahun 1957-1960, Ia bekerja di GIA Kemayoran, Jakarta. Setelah Beliau menikah dengan suaminya, Yves Coffin, Ia berturut-turut bermukim di Jepang, Perancis, Amerika Serikat, dan menetap di Jakarta dan Semarang sejak tahun 1980.
Novel ini menceritakan tentang Bu Suci yang mengajar di SD hampir 10 tahun di Purwodadi. Namun, Bu Suci pindah ke Semarang karena suaminya dipindahtugaskan. Bukan karena suaminya minta dipindahkan, melainkan atasan dia. Di Semarang, Bu Suci juga menjadi guru SD. Bu Suci menggantikan guru yang mendapat kecelakaan dan beliau juga mengajar kelas 3 sebanyak 2 buah. Pada hari pertama sampai hari ketiga, kegiatan Bu Suci berjalan dengan lancar dan urusan rumah tangganya tak menemui masalah. Namun, pada hari keempat, Bu Suci telah mempunyai seorang murid yang bernama Waskito belum juga masuk kelas. Dari murid-muridnya, dia ketahui bahwa Waskito dikenal sebagai murid yang kasar, kurang ajar, nakal, dan sulit diatur.
Kemudian, Bu Suci mengirimkan surat kepada nenek Waskito. Ketika sore hari, Bu Suci mengunjungi rumah nenek Waskito. Akhirnya, dia mendapat informasi mengenai Waskito. Setelah mendapat semua informasi, Bu Suci akhirnya mengerti perasaan Waskito.
Pada suatu hari, Waskito mengamuk pada saat jam istirahat. Guru-guru mengusulkan agar Waskito dikeluarkan dari ke sekolah. Tetapi, kepada kepala sekolah Bu Suci meminta waktu 1 bulan untuk memperbaiki kelakuan Waskito. Dan kepala sekolah mengabulkan permohonannya. Sejak saat itu, Bu Suci sering berada di kelas dan mengobrol dengan Waskito. Setelah 1 bulan, sifat Waskito telah berubah. Nilai pada rapor dia berisi angka-angka normal. Pada akhir tahun pelajaran, Waskito naik kelas. Kemudian, Budenya datang ke sekolah untuk berterima kasih kepada kepala sekolah, guru-guru terutama Bu Suci yang telah memperbaiki sifat Waskito.
Novel ini sangat mudah dipahami sehingga kita lebih mudah mengerti maksud dan tujuan yang ingin disampaikan oleh si pembaca. Selain itu, novel ini juga terkandung banyak gaya bahasa. Novel ini sangat cocok dibaca bagi orang banyak karena di dalam novel ini banyak pesan-pesan penting yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Novel ini banyak menggunakan kata tidak baku, seperti : modern menjadi moderen, nasihat menjadi nasehat, berubah menjadi berobah. Novel ini juga terdapat kesalahan penulisan kata bertanggung jawab menjadi bertanggungjawab.
Novel Pertemuan Dua Hati karya Nh. Dini mengajarkan kita untuk menjadi seseorang yang sabar dan tabah dalam menjalani kehidupan yang penuh dengan berbagai masalah. Kunci utama dalam menyelesaikan masalah, yaitu kita harus percaya dan yakin bahwa Tuhan akan turut serta dalam segala masalah kita. Novel ini juga sangat cocok dibaca oleh kalangan orang tua agar para orang tua mengerti bahwa setiap anak membutuhkan perhatian dan kasih sayang, terutama pada tahap perkembangan mental dan emosi anak.*
* Wanda Prabowo – XI MIPA-4 / SMA