
karya Lulu W.R.
12 Januari 2020
Merupakan hari pertamaku memasuki sekolah setelah liburan yang panjang tentunya. Aku adalah anak yang introvert dan lebih suka membaca buku sambil dengerin lagu. O, iya kenalin aku Alkena Putri Phytagoras, biasa dipanggil Kena. Ya, kalian tau sendiri apa yang orang tuaku harapkan dari namaku, sayang itu semua meleset jauh dari bidang yang aku gemari.
Aku merupakan siswi kelahiran Solo, 24 Januari 2003, anak tunggal dari ayah seorang Perwira Angkatan Udara dan ibu seorang Pshycolog. Dari pekerjaan mereka saja sudah terlihat bahwa aku adalah satu-satunya harapan mereka yang sangat mereka andalkan. Cukup sulit sih, tapi tenang. Kedua orang tuaku adalah tipe orang tua yang tidak pernah memaksakan kehendak kepada putrinya. Bahkan apapun yang aku minta selalu mereka turuti. Asalkan itu hal yang positif.
Di usiaku yang akan meginjak 17 tahun ini aku sedih. Ayah harus pindah tugas ke Bandung. Meski sudah 3 tahun berada di sini, tapi kampung halamanku tetaplah yang ternyaman. Kini aku duduk di kelas XII SMA Taruna Angkasa. Bukan sekolah angkatan udara, lebih tepatnya merupakan sekolah disiplin dengan siswa-siswi berprestasi.
Aku duduk di kelas XII Taruna-3 tepatnya. Dengan dua sahabatku. Pertama, Andito Reksa Pamungkas, panggil saja Dito. Cowok ganteng yang terkenal paling nakal seantero sekolah. Ya, meskipun dikenal disiplin namun sekolahku tetap memiliki siswa dengan segudang masalah mereka. Tetapi di balik nakalnya dia, dia sangat melindungi perempuan. Apalagi aku. Dia selalu menghantui siapa saja yang menyakiti aku selama aku bersekolah disini.
Yang kedua, cowok kesayanganku. Super bijak, cool, idaman banget, deh. Dia Nude Pangku Sadewo, panggil aja Ude. Ketua OSIS yang paling digemari seantero sekolah. Ude yang selalu ngajarin aku menyelesaikan masalah dan menjalani hidup dengan kepala dingin. Di sela istirahat selalu banyak yang kami ceritakan mulai dari pelajaran hingga hal hal yang tidak penting, sampai akhirnya hari ini selesai.
15 Januari 2020
Hari ini kelas sangat ricuh karena mendapat berita bahwa akan ada siswa baru. Saat Pak Tito, guru bahasa, memasuki kelas beliau mengenalkan satu murid baru. Namanya Alexander Danis Bramanthyo, panggil aja Danis. Dengan perawakan kurus jangkung dengan rambut tebalnya yang gemesin dan memiliki kulit kuning langsat, cowok ini tampak sangat keren. Saat istirahat, Dito dan Ude yang notabennya berbeda kelas denganku menanyakan seputar Danis yang sudah mencuri banyak perhatian siswi SMA Taruna Angkasa. Dan hari ini adalah hari yang sangat melelahkan dengan berbagai cerita baru.
18 Januari 2020
Sudah 3 hari Danis bersekolah di sini. Sudah 3 hari aku dekat dengannya. Berbagi banyak cerita dan bercengkrama. Menceritakan kisah hidup Danis yang ayahnya adalah personil angkatan udara sama seperti ayahku. Ibunya seorang dokter spesialis mata. Alasannya pindah ke sini sama sepertiku, karena tugas ayahnya. Hal itu yang menyebabkan dia harus meninggalkan kota kelahirannya di Aceh.
Saat istirahat aku menemui Dito dan Ude. Mereka sedang asyik berbincang, tetapi setelah aku datang mereka berubah mood dan diam menikmati jajanan mereka masing masing. Aku bingung apa yang terjadi dengan kedua sahabatku ini. Ketika kutanya mereka hanya diam, hingga akhirnya Ude membuka pembicaraan.
“Ken, bukan aku tak suka jika kamu dekat dengan Danis, tapi asal kamu tau Ken, bahwa aku dan Dito merasa tersingkir saat kamu selalu menghabiskan waktu dengan Danis. Sudah 3 hari ini kamu tidak muncul di WA grup kita. Sudah 3 hari ini kamu tidak jajan di kantin bareng kita. Bukan kami membatasi pergaulanmu tapi kamu harus tetap mengingat siapa orang yang sealu ada di sisi mu. Bukan berpaling dengan orang baru, yang baru saja ada di kehidupanmu,” kata Ude panjang lebar.
“Bukan seperti itu, De, Dit! Aku hanya ingin mengenalkan sekolah ini kepada Danis agar dia tahu tentang sekolah ini. Aku pun tidak bermaksud melupakan kalian,” jawabku.
Dan itulah perbincangan terakhirku bersama mereka sampai pada akhirnya.
24 Januari 2020
Hari ini tepat 17 tahun umurku. Ditemani oleh seluruh teman dekatku, di rumah aku mengadakan Garden Party kecil-kecilan. Sejak hari itu aku tidak pernah bertemu dengan Dito dan Ude, dua sahabatku sejak aku menginjakkan kaki di SMA Taruna Angkasa. Aku tidak tahu dimana mereka sekarang. Setelah perbincangan terakhir kami Ude dan Dito tidak ada kabar bak ditelan bumi.
Malam itu adalah malam spesial bagiku. Setelah tiup lilin aku menerima kabar bahwa Ditto dan Ude mengalami kecelakaan pesawat saat terbang ke Eropa. Aku shock aku bingung harus bagaimana. Di hari bahagiaku aku harus menerima kabar bahwa kedua sahabatku menjadi korban jatuhnya pesawat. Dan malam itu pun aku juga menerima surat yang diberikan oleh Glen sahabat baik Ude di organisasi mereka. surat itu berisi hal yang sangat mengejutkan dan membuat aku menyesali kenapa aku tidak memahami hal ini sejak awal.
Untuk sahabat tercinta Alkena Putri Phytagoras
Mungkin aku sudah tidak di sampingmu saat kau membaca surat ini. Aku sangat ingin menyampaikan ini saat hari kelulusan tiba, tapi ada suatu hal yang membuat kita memiliki jarak. Aku tidak bisa hadir di hari bahagiamu, saat umurmu menginjak 17 tahun. Aku memutuskan pergi dari hidupmu karena aku tidak bisa lagi menahan rasa ini. Aku yang memutuskan untuk diam dan menjauh darimu karena aku ingin melihatmu tersenyum dan bahagia.
Tepat umurmu 17 tahun ini banyak harapan yang ingin aku sampaikan kepadamu. Aku dan Ude sudah sering berdebat karena dirimu, memperebutkan sahabat kami sendiri adalah hal yang memalukan. Namun taukah kamu saat kami bersaing sehat, Ude-lah pemenangnya. Dialah orang yang sudah 100x dalam seminggu dapat membuatmu tertawa bahagia, membuatmu dapat menyelesaikan masalah tanpa air mata, dan membuatmu selalu bangga. Namun saat dia akan menyampaikan rasanya kepadamu, ada yang datang. Membuat Ude akhirnya mundur dan mengalah. Mungkin di sinilah takdir kami hanya bisa menjadikanmu sahabat. Setelah kepergian kami, kami sangat ingin menemuimu di masa depan, saat kau bahagia bersama orang yang mencintaimu dan kau cintai. Kami akan sangat bahagia jika dapat hadir nantinya. Dan akhirnya Selamat Ulang Tahun Kena, tetaplah bersinar di siang hari dan menyejukkan di malam hari. Kami mencintaimu selalu.
Penuh cinta, Dito
Aku hancur, menangis sejadi jadinya. Aku tidak menyadari bahwa kedua sahabatku mencintaiku. Saat aku menyayangi mereka karena persahabatan kami, aku sangat terpukul hingga malam itu semua berubah.
24 Januari 2027
Tepat 7 tahun setelah kejadian itu, kehidupanku berubah total. Kelulusan SMA adalah masa masa dimana aku lebih mengenal orang orang di sekitarku, memahami mereka agar aku tidak terlambat menyadari sesuatu. Saat ini umurku menginjak 24 tahun. Aku menjadi seorang dosen matematika di universitas ternama di Bogor. Ya, setelah kelulusan SMA aku memutuskan untuk tinggal di rumah nenek, di Bogor. Menenangkan diri dan menjalani hidup selayaknya dahulu.
Tepat hari ini pula, di hari jadiku, aku melaksanakan kewajibanku. Melepas masa mudaku dan menikah dengan orang yang mencintaiku dan tentunya kucintai. Masjid Agung kota Bogor merupakan saksi. Tepat pukul 09.00, aku menjalankan ijab qabul. Dia, orang yang sejak SMA menaruh hati padaku, orang yang membuat aku lebih memahami hidup, Danis. Sejak kelulusan SMA, Danis menyatakan cinta padaku. Kami menjalin hubungan kurang lebih 7 tahun lamanya, hingga akhirnya saat dia menjadi seorang pilot, dia meminangku. Kami menikah dan menjalani masa tua kami bersama. Danis dan Kena Junior.*
* Lulu W.R. – XI MIPA 8 / SMADA 38