
Tentang penciptaan jasad-jasad langit bumi
Ibarat penghambaan rasi pada galaksi
Teruntuk anak-anak matahari yang mencari tempat berevolusi
Pengharapan titik edar darah berotasi
Mari kita mulai
Mereka yang merumah di langit
Rangka meteorit kelak mendebu abu
Terurai berlakon partikel jerebu
Atmosfer memang terkadang boros gerutu
Hanya gas-gas menawar napas galau
Mereka yang merumah di langit
Andromeda tertakdir sebagai makhluk jalang
Mengandung satu trilyun janin bintang
Tak pernah memahami arti diksi siang
Memangku dian berdoa sang suami datang
Mereka yang merumah di langit
Utarid, kemayu sekaligus paling sengsara
Zohrah, suka numpang tampang di bilik saudara ketiga
Mustari, berlemak namun paling sehat badannya
Pluto, anak buangan dan dianggap tiada
Mereka yang memondok di kaki langit
Empat alinea tadi penaka badan
Lelangit tak bersedekap pikiran
Kraniumnya lapuk penginderaan
Apalagi kesiur rambut yang tiada duka keluruhan
Mereka yang memondok di kaki langit
Hanya satelit kebajikan mengedarkan salam
Hanya gerhana kerinduan membutakan para pendosa malam
Hanya gravitasi ilham menahan bisik temaram
Hanya gugusan keyakinan membawa keraguan karam
Kalian yang memondok di kaki langit
Payah mengembara menemukan kepala langit
Dia tidak ada di enam alenia
Dia tidak ada di astronomi dan antek-anteknya
Jiwa
Kepala langit ada di setiap jiwa-jiwa
* Jefri Nurdiansyah – XI IPS-2 / SMADA 37