
Judul Buku : Moonlight Waltz
Pengarang : Fenny Wong
Penerbit : Gagas Media
Terbit : Juli – 2009
Tebal Buku : 246 halaman
Dimensi : 13 x 19cm
Novel ini berisikan tentang kisah percintaan dan juga berisi tentang ambisi dan keyakinan seorang remaja untuk menemukan dan meraih apa yang sebenarnya ia impikan. Meski banyak hal yang menjadi penghalang, namun kegigihan dan keyakinan akan membuahkan hasil yang diinginkan.
Pandangan Arlin terhadap piano berubah sejak Dora (adik Arlin) mengajaknya menonton konser Brunhilde Zimmermann, pianis terkenal asal Jerman di Sabuga. Saat itu, alunan permainan piano dari Aldo teman sekelas Arlin di sekolah yang menjadi guest pianist di acara tersebut tanpa sengaja ‘menyihir’ Arlin.
Sejak perkenalan itulah, hubungan Arlin dan Aldo semakin erat dan berbuah persahabatan. Meski Aldo adalah anak yang susah ditebak, namun satu hal yang bisa dipastikan oleh Arlin, ia seorang pekerja keras sejati. Aldo rela mengorbankan apa saja demi sesuatu yang disukainya.
Meski sudah setahun mereka menjadi sepasang sahabat, tapi banyak hal yang belum diketahui Arlin tentang Aldo. Termasuk tentang Liora, cewek kalem yang belakangan baru diketahui adalah mantannya Aldo.
Keberadaan Liora ternyata jauh dari bayangan Arlin. Liora bukan hanya sekadar mantan yang mudah dilupakan begitu saja. Tetapi, Liora adalah cewek yang selalu ada di hati Aldo. Meski Aldo sering kali menolak keberadaan rasa cintanya terhadap Liora, namun sorot mata Aldo tidak bisa berbohong.
Hal inilah yang menjadi awal kegundahan Arlin terhadap Aldo dan tentunya Liora. Cewek ini berhasil mendapatkan perhatian istimewa dari Aldo. Arlin merasa terusik dengan hadirnya Liora. Tidak hanya itu, Arlin juga merasa tidak bisa lagi berduaan dengan Aldo. Selalu saja ada Liora di antara mereka, meski keberadaan Liora hanya sebatas dalam hati Aldo.
Kisah persahabatan Arlin dan Aldo seketika berubah menjadi sebuah dilema. Arlin merasa ikatan yang ada di antara Aldo dan Liora begitu kuat. Sesuatu yang menyatukan mereka tak akan menghilangkan cinta di antara mereka. Sanggupkah Arlin melewati ikatan di antara Aldo dan Liora?
Novel ini tersusun secara sederhana, dimulai dari pembuka cerita, isi cerita, dan penutup cerita. Novel yang berjudul Moonlight Waltz ini dalam penyajiannya sudah cukup baik sebagai bacaan para remaja. Dimulai dari pembukaan cerita sampai penutup cerita sudah baik karena dari satu cerita ke cerita lainnya menyambung. Dan pengarang banyak menyelipkan konflik-konflik yang seru sehingga ceritanya tidak monoton.
Dilihat dari segi bahasa, sebenarnya pengarang novel ini belum seluruhnya menggunakan Bahasa Indonesia, ada beberapa yang menggunakan bahasa asing. Masih ada ejaan atau bahasa yang kurang baku. Pengarang menggunakan bahasa yang tidak terlalu baku supaya masyarakat umum, khususnya para remaja mudah mengerti dari isi novel ini. Selain itu, juga diselipkan beberapa bahasa asing yang bisa menambah pengetahuan pembaca.
Novel ini bisa menarik perhatian para pembaca. Dari setiap bagian cerita ke bagian cerita yang lain bisa membuat penasaran para pembaca dan para pembaca ingin cepat menyelesaikan membaca novel ini dan mengetahui akhir cerita. Selain itu banyak konflik-konflik yang seru dan juga perjuangan para remaja untuk mencapai impiannya dan menemukan jati dirinya. Akan tetapi di akhir cerita masih menggantung, bagaimana kelanjutan para tokohnya karena tidak dijelaskan lebih detail.
Novel yang ditulis Fenny Wong, seorang gadis SMU biasa yang lahir dan besar di Bandung ini bermanfaat bagi semua masyarakat khususnya para remaja. Novel ini patut untuk dibaca atau dimiliki karena isi cerita dari novel ini memceritakan kisah cinta remaja, persahabatan, ambisi dan keyakinan seorang remaja untuk menemukan dan meraih apa yang sebenarnya ia impikan.*
* Alfina Putri Rahayu – XI MIPA-2 / SMADA 36