Bertahan Hidup dalam Dongeng

Judul Buku         :  School For Good And Evil

Penulis               : Soman Chainani

Alih Bahasa       : Kartika Sofyan
Penyunting        : Agatha Kristanti

Penerbit            : Bhuana Sastra

Terbit                : 2014

Tebal                 : 580 Halaman  

Novel ini menceritakan tentang dua anak yang terkenal akan kejahatan dan keburukan di dongeng. Sophie dan Agatha di gadang-gadang Legendaris, tempat anak anak laki-laki dan perempuan dididik menjadi pahlawan dan penjahat dalam dongeng. Dengan gaun pink, sepatu kaca, dan ketaatannya  pada kebajikan, Sophie sangat yakin akan menjadi lulusan terbaik Sekolah Kebaikan sebagai Putri dalam dongeng. Sementara itu, Agatha dengan rok terusan warna hitam yang tak berlekuk, kucing peliharaanya yang nakal, dan kebenciannya pada hampir semua orang, tampak wajar dan alami untuk menjadi murid-murid Sekolah Kejahatan.

Namun ketika kedua gadis itu diculik oleh sang Guru, terjadi sebuah kesalahan. Sophie dibuang ke Sekolah Kejahatan untuk mempelajari Kutukan Kematian, sedangkan Agatha di buang ke sekolah Kebaikan bersama pangeran tampan dan putri cantik mempelajari Etiket Putri. Bagaiamana jika ternyata kesalahan ini adalah petunjuk pertama untuk mengungkap diri Sophie dan Agatha sesungguhnya?

Di sini para pembaca akan dibuat penasaran saat membaca novel ini. Karena banyak kejadian yang sangat mengejutkan, tanpa diduga. Novel ini menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan sederhana. Namun alur ceritanya agak susah dipahami, sehingga membuat pembaca agak bingung. Tetapi itu tidak masalah, karena pembaca dapat mudah memahami pesan moral yang dikandung dalam novel tersebut. Ilustrasinya yang di gunakan untuk sampul novel ini unik dan membuat para pembaca penasaran untuk membaca.

Di dalam novel ini tersirat cerita yang luar biasa, Sekolah kebaikan dan Kejahatan menawarkan petualang yang luar biasa dalam dunia dongeng yang menakjubkan, dimana satu-satunya jalan keluar dari dongeng adalah bertahan hidup. Di sekolah Kebaikan dan Kejahatan, kalah bertarung dalam dongeng  bukanlah pilihan.*

* Liza Armelia P. – XI MIPA 1 / SMADA 36

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.