
Judul Buku : Athala
Penulis : Maharani
Penerbit : Aksara plus+
Terbit : 1 Jakarta 2019
Tebal Buku : 440 halaman
Maharani Suci Ayu atau lebih akrab dipanggil ayu merupakan anak bungsu dari dua bersaudara. Lahir di Yogyakarta pada tanggal 13 Juli 1999. Rani pernah bersekolah di SMA Negeri 1 Gamping dan sekarang sedang menempuh pendidikan D3 jurusan Kebidanan di Stikes Jendral Achmad Yani Yogyakarta. Dia mulai suka menulis sejak berada di kelas 2 SMP dan mulai dikenalkan dengan wattpad oleh temannya yang bernama Devia Puspitaningrum saat duduk di bangku kelas 10 SMA. Akhirnya dia meneruskan hobi menulisnya di wattpad dan menyelesaikan novel pertamanya yang berjudul Athala ini.
Buku ini menceritakan perjalanan asmara dari Kavitalan Raffi Bagaswara cowok pembuat onar dengan Athala Gallena cewek galak dan cerewet. cerita mereka bermula dari kecelakaan yang terjadi kepada Athala karena ulah Kavi. Kecelakaan ini mengharuskan keduanya saling dekat karena Kavi harus bertanggung jawab kepada Athala yang kesulitan berjalan. Dari yang mulanya saling membenci satu sama lain. Seiring dengan berjalannya waktu keduanya mulai menyadari adanya rasa yang timbul di hati masing-masing.
Athala yang awalnya galak berubah menjadi ramah terhadap Kavi, begitupun sikap Kavi yang berubah lebih baik. Dia lebih sering masuk mata pelajaran semenjak dekat dengan Athala. Namun setelah kedekatan keduanya, justru tidak sedikit masalah yang muncul mulai dari kedatangan kedua mantan Kavi serta kehadiran adik kelas bernama Hanna yang mengganggu kedekatan mereka. Selain itu, Athala mulai menyadari sesuatu yang aneh pada diri Kavi, Kavi terlihat sakit tapi setiap kali ditanya selalu bilang bahwa dia baik – baik saja.
Ternyata kehadiran Hanna berkaitan dengan keanehan pada diri Kavi yang tidak diketahui oleh Athala. Hal itu membuat Athala salah paham dan sering bertengkar dengan Kavi. Ditambah lagi Kavi yang sering Lost Contact secara tiba-tiba. Hingga akhirnya Athala mengetahui apa yang dirahasiakan Kavi darinya dan membuatnya berubah.
Penulis sangat pandai menggambarkan perasaan yang dialami tokoh sehingga pembaca bisa ikut terbawa dengan alur ceritanya. Banyak juga obrolan group yang sebenarnya tidak terlalu penting tetapi, sangat menghibur dengan kerecehan di dalamnya. Sayangnya akhir cerita yang disajikan berbeda dengan harapan para pembacanya, pastinya para pembaca berharap ending yang bahagia untuk hubungan Athala dan Kavi tetapi justru Athala harus menjalani kehidupannya sendiri tanpa adanya Kavi. Gambar sampul depan dari novel ini sangat menggambarkan keadaan Athala tetapi bahan dari covernya yanng soft membuat mudah terlipat dan rusak.*
* Adis Ellen P. – XI MIPA 8 / SMADA 38