
Judul buku : Tidak Pernah Ada Kita
Tahun terbit : Januari 2018
Penerbit : Bintang Belia
Penulis : Dwitasari
Tebal buku : 162 halaman
Harga buku : Rp. 69.000,00
Dwitasari lahir di Jakarta pada 8 Desember 1994, dibesarkan di Kota Bogor tetapi menyimpan rasa cinta yang mendalam pada Kota Yogyakarta. Gadis berzodiak Sagitarius ini telah menghasilkan banyak buku, album musik sejak 2012 dan juga ia mempersiapkan studi masternya seusai meraih gelar sarjana di Universitas Indonesia. Sembari menimba ilmu, Dwitasari berkeliling Indonesia untuk mengisi pelatihan menulis novel atau memenuhi undangan dari berbagai instansi serta kampus. Ia masih memiliki banyak mimpi yang ingin ia capai, salah satunya menjadi penulis skenario film.
Novel yang berjudul Tidak Pernah Ada Kita ini tentang tokoh Bella, penulis novel fiksi yang sedang terkukung pada masa lalu kegagalan kisah cintanya. Bella pernah putus cinta, cowok terakhir yang ia pacari berhasil mematahkan hatinya. Dan hal itu memberi pukulan berat bagi Bella, tapi ia beruntung masih memiliki satu orang sahabat yang masih peduli padanya. Namanya aga dan diam-diam Aga mencintai Bella.
Cerita dalam novel ini dibuka pada momen ketika Aga mengajak Bella menonton pertandingan sepak bola. Bella sudah lama memimpikan dapat bertemu dengan Bambang Pamungkas secara langsung. Namun, bukannya bertemu sang idola Bella justru mengalami perkenalan tidak disengaja dengan Cyrus, gelandang tim sepak bola favoritnya. Dan akhirnya mereka berfoto bersama dan saling bertukar nomor handphone. Yang awalnya hanya berfoto bersama, bukan siapa-siapa justru malah membuat Bella dan Cyrus semakin dekat.
Tidak tahu siapa yang akhirnya jatuh cinta duluan, tapi Bella selalu merindukan kehadiran Cyrus. Setiap kali Cyrus ada laga tanding Bella selalu menyempatkan diri untuk menonton. Diwaktu luang Cyrus dan Bella sering menghabiskan waktu bersama. Bella ingin hubungan mereka menjadi lebih dari sekedar teman. Sayangnya Cyrus justru selalu menolak pernyataan cintan Bella dan menganggap Bella hanya sebagai sahabat. Ditengah patah hatinya ada Aga, sahabat Bella sejak kecil yang selalu menemani dan menjadi tempatnya menceritakan masalah. Sayangnya, Bella tidak menyadari perasaan tulus Aga dan justru mengingat Cyrus dengan kenangan lamanya. Suatu hari Cyrus menemui Bella dengan menyatakan cintanya kepada Bella dan cyrus mengatakan bahwa Bella adalah Bambang Pamungkas bagi Cyrus versi cewek.
Novel yang berjudul Tidak Pernah Ada Kita memiliki alur yang familiar, alur dalam cerita tersebut mudah untuk ditebak sama seperti novel-novel remaja pada umumnya. Selain itu terdapat monolog cerita atau batin tokoh Bella yang tidak apa-apa jika tidak ada dalam novel tersebut, itu hanya sebagai pemanis dalam isi novelnya.
Novel ini menggunakan sudut pandang orang pertama, yang akan membawa kita ikut merasakan dilema yang dialami tokoh Bella. Selain itu, buku ini juga berisi kutipan kata-kata disetiap babnya yang akan membuat kita terbawa perasaan. Terlebih lagi, kita tidak akan bosan membaca novel ini karena buku setebal 162 halaman ini berisi ilustrasi dan halaman penuh warna.
Novel ini layak untuk dibaca kalangan anak muda dan juga orang yang suka dengan novel yang bergenre romantis cinta. Dalam Novel ini Dwitasari ingin berbagi kegalauan dan semangat untuk tetap percaya pada cinta sejati, tidak mudah putus asa pada cinta. Karena pada novel ini menceritakan seorang gadis bernama Bella yang selalu bertahan mencintai seseorang meskipun selalu digantungkan.*
* Aida Nurharetha – XI MIPA-5 / SMADA 38