PENANTIAN DAN HARAPAN

Judul        : Samantha

Penulis     : Risa Saraswati

Ukuran     : 14 x 20 cm

Tebal        : 192 hlm

Penerbit   : Bukuné

Risa Saraswati lahir di Bandung, 24 Februari 1985 adalah penyanyi, penulis berkebangsaan Indonesia. Risa dikenal dengan kemampuan supranaturalnya yang mampu berkomunikasi dengan makhluk gaib. Ia merupakan anak pertama dari dua bersaudara, memiliki adik Riana Rizki. Anak dari pasangan Imam Sumantri dan Elly Rawilah ini menekuni bidang seni yang cukup serius di tahun 2002, dan pada tahun 2011 mulai tergerak untuk membukukan tulisan-tulisannya.

Berawal dari menulis diary, menulis kisah sahabat, hingga akhirnya menulis kisah-kish dari balik lagu-lagu yang ditulisnya dalam sebuah blog. Hobi baru yang membawa keberuntungan hingga akhirnya muncul kesempatan untuk menulis lebih serius dalam sebuah karya berbentuk buku 

Samantha adalah anak perempuan yang egois, manja, keras kepala dan galak. Ia memiliki semua sifat itu hanya untuk mencari perhatian kedua orangtuanya yang sibuk bekerja. Sam adalah anak yang cantik dengan rambut panjang berwarna pirang. Gadis ini seketika berubah menjadi anak yang tidak enak di pandang kalau sudah keluar sifat kekanak-kanakannya. Hari-hari ia lalui dengan kekecewaan. Kecewa karena kedua orangtuanya yang tidak pernah mempedulikannya dan tidak pernah membagi waktunya untuk putri sematawayangnya itu bahkan saat natal tiba.

Tentu ada alasan di balik sikap acuh kedua orang tuanya itu pada Sam. Apalagi ada rumor yang mengatakan kalau Sam bukan anak kandung dari pasangan suami istri De Witt. Yang peduli pada Samantha hanyalah pengasuhnya yang seorang pribumi. Namanya Rumi. Rumi sangat sabar menghadapi tingkah Samantha yang buruk. Ia sangat berhati-hati supaya Sam tidak marah. Ia sangat menyayangi Sam seperti anak sendiri.

Saat Rumi mengetahui rahasia keluarga De Witt. Rumi makin merasa iba pada Samantha. Gadis kecil ini tidak tahu apa-apa, ia hanyalah anak kecil yang belum mengerti benar liku kehidupan. Sungguh seharusnya Sam tidak pantas diperlakukan seperti itu oleh kedua orangtuanya. Meski benar dia bukanlah anak kandung mereka. Sampai akhirnya Samantha terserang penyakit yang bahkan ia sendiri tidak tahu sakit apa dia. Dia hanya merasa tubuhnya makin melemah, kedinginan, seluruh badannya sakit dan ia tidak bisa makan, tiap hari memuntahkan isi perutnya. Hanya Rumi yang mau mengambil alih sebagai pengganti orangtua Samantha. Ia merawat Samantha, mengabarkan kondisi kesehatan Sam tiap hari pada dokter. Sementara kedua orangtuanya seakan tidak pernah peduli nasib malang gadis itu.

Hingga akhir hayat Samantha menghembuskan nafas terakhir di pangkuan Rumi sang pengasuh yang selalu ia bentak. Ia bahkan tak tahu alasan mengapa kedua orang tuanya membencinya, ia tak tahu apa salahnya, ia tak tahu siapa orang tua kandungnya dan ia tak tahu apa penyakit yang menyerang dirinya. Ia hanya berkata “aku masih menunggu kedua orangtuaku datang Risa. Mereka akan pulang dan membawakanku obat”

Seperti sebelumnya, kisah ini sangat menarik untuk dibaca. Kita akan dibawa hanyut dalam emosi yang campur aduk. Bacaan ini sangat ringan, bisa di baca oleh semua orang. Alur ceritanya maju mundur, tapi kenangan masa lalu itu berjalan maju jadi kita bisa menyimpulkan kesinambungan sebab akibat cerita. Sampul cover buku ini benar-benar menunjukan karakter seorang anak perempuan. Keseluruhan buku berwarna pink pastel dengan lukisan diri Samantha yang sendu di tengahnya, juga pemilihan font tulisan senada membuat buku ini makin menarik dilirik bahkan bagi para pembaca yang menilai buku dari cover.

Dari cerita novel Samantha tersebut dapat kita ambil pelajaran bahwa kasih sayang dan perhatian yang diinginkan oleh seorang anak meskipun bukanlah anak kandung sangatlah penting. Bahwa setiap anak membutuhkan perlakuan baik dari kedua orang tuanya.*

* Triana Yulianti – XI MIPA-4 / SMADA 38

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.