ASTER’S LOYALITY

Judul             : First Girl

Pengarang    : Luna Torashyngu

Penerbit        : PT Gramedia Pustaka Utama

Tahun terbit : 2015

Tebal            : 280 halaman

Luna Torashyngu adalah seorang penulis novel teenlit yang cukup terkenal di kalangan remaja. Luna Torashyngu lahir di purwokerto 13 Februari. Luna Torashyngu merupakan nama pena. Luna dalam bahasa Spanyol berarti ‘bulan’ sedangkan Torashyngu dipilih karena pengarang sangat suka dengan segala yang berbau Jepang. Sebenarnya Luna Torashyngu tidak pernah menjelaskan biografinya dalam semua novelnya. Ia ingin pembaca menyukai novelnya bukan karena pengarangnya. Sebagian novel yang diciptakan Luna Torashyngu biasanya bergenre action yang dipadu dengan masa remaja. Karya karyanya antara lain Angel’s Heart, Beauty and The Best, Best Of The Best, Trilogi D-Angel, Trilogi Golden Bird, Trilogi Lovasket, Love Detective, Trilogi Mawar Merah, Pelangi Untuk Rida, Dua Rembulan, dsb.

Novel First Girl mencerikan tentang pengawalan seorang anak presiden, Tiara. Tiara yang awalnya hanya remaja biasa dan hobi hang-out bersama sahabat-sahabatnya. Namun, semuanya berubah ketika ayahnya terpilih menjadi presiden. Sebagai anak presiden, Tiara mendapat fasilitas pengamanan yang ketat dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Sejak itu, kebebasan Tiara seolah terenggut. Saat hang-out dia selalu dikawal. Sebelum jajan di kantin, makanannya dicicipi lebih dulu oleh pengawalnya. Saat ulangan pun Tiara harus diawasi, dan membuat teman-temannya tidak leluasa untuk menyontek.

Tiara protes dan memberontak, tak disangka protesnya dikabulkan. Tiara lalu mendapat pengawal pribadi yang seusia denganya, bahkan jadi murid baru di kelasnya. Dyandra Sabilla atau Andra yang ditugaskan untuk mengawal Tiara dengan nama sandi Aster. Sebagai anggota dari unit Jatayu. Aster harus berusaha sebisa mungkin untuk menjaga keselamatan Tiara bagaimanapun caranya. Berulang kali Aster melanggar SOP untuk menuruti kemauan Tiara karena baginya Tiara bukan lagi sekadar paket yang harus dijaga namun seroang sahabat.

Suatu ketika Tiara diajak kencan oleh kakak kelas yang disukainya, Rio. Tiara pun membujuk Aster agar diperbolehkan untuk berkencan dengan Rio. Akhirnya Aster menyetujuinya dengan syarat harus tetap dikawal oleh Aster dan agen Jatayu lainnnya walaupun dengan jarak jauh. Pada saat menonton bioskop dengan Rio tiba-tiba terjadi kebakaran. Aster pun mencari Tiara yang ternyata sudah tidak terdapat di bangkunya. Dalam pencarian Tiara tersebut membuat salah satu agen Jatayu dengan nama sandi Yama mengalami kecelakaan. Ternyata Tiara selamat dan yang mengejutkan Rio hilang tak tahu kemana.

Karena peristiwa tersebut membuat Aster dikeluarkan dari unit Jatayu karena telah membahayakan paket serta melanggar SOP. Pengawalan terhadap Tiara kemudian diserahkan kepada agen Jatayu dengan nama sandi Kenanga dan Surya. Namun ternyata Kenanga mempunyai rencana besar dengan Surya yaitu menculik Tiara. Penculikan ini membuat unit Jatayu dan Paspampres gempar. Aster yang mengetahui penculikan tersebut turut membantu walaupun Tiara bukan lagi paket yang harus dilindunginya namun seorang sahabat. Dalam rencana pencarian Tiara, Aster dibantu oleh MATA. Akhirnya Aster dapat membebaskan Tiara walaupun harus ada aksi penembakan dan kejar-kejaran dari prajurit Kobra serta membuat Aster terkena tembakan di bahu dan pahanya.

Dari peristiwa Aster mengetahui ternyata Letnan Lily ikut dalam rencana penculikan Tiara. Aster sangatlah kecewa dengan Letnan Lily karena Letnan Lily sudah dianggap sebagai ibu oleh Aster. Karena rahasiannya sudah diketahui oleh Aster maka Letnan Lily ingin membunuh Aster tapi digagalkan oleh Hana. Letnan Lily akhirnya menceritakan bahwa rencana ini untuk uang karena anaknya sedang dirawat di rumah sakit dan membutuhkan banyak biaya. Letnan Lily sebenarnya juga menganggap Aster sebagai anaknya dengan mengeluarkannya dari unit Jatayu agar tidak terbunuh dalam rencananya itu. Akhirnya seminggu setelah penculikan itu Tiara kembali bersekolah dan dikawal oleh pengawal baru yang ternyata Aster. Cerita akan bersambung di novel berikutnya.

Cover yang digunakan novel ini sangat menarik yaitu warna merah muda yang terdapat gambar anak perempuan berseragam SMA. Cover inilah yang dapat menarik pembaca dalam satu lihat. Walaupun menggunakan alur campuran pembaca tetap bisa memahami isi cerita karena juga didukung bahasa yang ringan dan mudah dipahami. Sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang ketiga sehingga membuat pembaca mengerti perasaan masing-masing tokoh. Salah satu kelebihan yang lain yaitu penggunaan tema politik yang disuguhkan dengan kehidupan anak remaja yang dibuat secara sempurna oleh pengarang. Permasalahan yang dibuat pengarang dapat membuat para pembaca menjadi penasaran dan menebak-nebak akhir dari cerita ini.

Penokohan yang digunakan dalam novel First Girl sangat kurang sehingga membuat para pembaca menjadi bingung dan kurang berimajinasi bagaimana penokohan dalam novel. Terdapat nama-nama badan yang susah diingat sehingga membuat pembaca harus mengulangi apa itu dan tugas dari badan tersebut contoh seperti Jatayu, Paspampres, MATA, dsb. Akhir cerita yang digunakan sangatlah menanggung karena novel First Girl ini memliki kelanjutan ceritanya yaitu Second Hearth kemudian Third Party dan yang terakhir adalah Fourth Element. Pembaca mungkin juga bingung keterikatan judul novel dengan isi cerita jika tidak memahami isi cerita.

Secara keseluruhan novel First Girl ini sangat bagus dan sangat menarik untuk dibaca. Dengan adanya kelanjutan cerita di bagian novel lain membuat para pembaca merasa tertarik untuk terus mengikuti cerita-cerita selanjutnya dari novel Luna Torasyngu ini. Walaupun masih terdapat kekurangan dalam novel tetapi dapat dihilangkan oleh kelebihan yang terdapat dalam novel ini. Novel First Girl ini sangat cocok dibaca oleh kalangan remaja.

* Vina Ratna S. – XI MIPA-3 / SMADA 38

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.