Berkelana dalam Imajinasi

Judul Buku       : Petualangan Don Quixote

Penulis            : Miguel de Cervantes

Penerjemah    : Muajib

Penerbit          : Immortal Publisher

Tebal Buku      : 124 Halaman; 13×19 cm

Miguel de Cervantes adalah seorang novelis, penyair dan dramatis Spanyol. Namanya paling dikenal lewat novelnya Don Quixote de la Mancha (Kesatria Quixote dari Mancha) yang dianggap oleh banyak orang sebagai novel modern pertama, salah satu karya terbesar dalam Sastra Barat, dan yang terbesar dalam bahasa Spanyol. Buku ini adalah rangkuman dari novel El ingenioso hidalgo don Quixote de la mancha.

Novel ini berkisah tentang kegilaan Alonzo Quinjano akibat terlalu banyak membaca buku-buku petualangan para kesatria. Gagasan-gagasan kepahlawanan dan kehebatan para kesatria yang ada di buku-buku yang dibaca itu membuat tuan tanah ini terkagum-kagum. Ia memutuskan untuk menjadi kesatria yang membela kebenaran melalui peristiwa-peristiwa yang heroik.      

Dalam novel ini Cervantes menceritakan petualangan Don Quixote yang sangat absurd untuk memaksa orang yang ditemuinya mengatakan Dulcinea del Toboso (Seorang anak desa adalah wanita paling cantik selagi ia melakukan pengembaraan memberantas “kejahatan”. Meski sering kali Don Quixote mengalami nasip malang dalam petualangannya, bahkan sering luka parah dan hampir mati, namun ia tak pernah mau berhenti.

Don Quixote de la Mancha ditulis di masa gagasan renaisan muncul dan pendapat bahwa ajaran agama Kristen untuk membawa kebaikan bagi manusia mulai dipertanyakan. Itulah sebabnya novel ini berani menampilkan kisah kegilaan. Kisah manusia yang “bertanggung jawab” atas keyakinan/pendapatnya sendiri. Cervantes mau menunjukkan bahwa manusia bebas adalah manusia yang berani menjalani ide-idenya sendiri, meski ide-ide itu tolol, gila dan absurd.

Namun sayangnya, sebagai rangkuman dan terjemahan dari novel El ingenioso hidalgo don Quixote de la mancha, novel ini terdapat beberapa terjemahan kata yang keliru dan kaku dalam menyusun sebuah kalimat dan seharusnya untuk menulis rangkuman sebuah buku harus menggunakan judul asli dari buku tersebut.

Buku ini yang merupakan ringkasan dari karya besar Miguel de Cervantes Saavendra telah dapat dengan baik menyampaikan cerita dan makna yang terkandung tanpa menghilangkan ide asli cerita, seorang ksatria yang tetap mempertahankan kehormatannya walaupun dianggap gila.*

* Hardanis F.M. – XI MIPA 2 / SMADA 38

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.