
Seketika hawa dingin mulai menyelimuti pagi ini
Tapi entah mengapa pikiran terasa beku
Tak terlintas sedikit pun cara di benak
Untuk menatap kilauan emas yang sulit tuk didapat
Bagaikan semut yang berjalan ke sana ke mari
Dengan membawa beban di tubuh ringkihnya
Dengan tak kenal lelah hingga merebus keringat
Untuk mengais sesuap nasi untuk keluarga kecil
Keadaan yang sudah mengakar hingga sulit tuk dilepas
Dengan mengorbankan banyak tenaga untuk sang pelita
Yang dengan mudahnya berkata untuk dituruti
Dan memerintah untuk ditaati
Dengan sabar merajut kesuksesan
Yang mulai tertanam merekah di kaki bumi
Biru udara yang menjadi saksi bisu
Mengangkasanya nama dan tahta yang lama dinanti
* Aysha Ayu Damayanti – X MIPA 5 / SMADA 39