
Judul : 3600 DETIK
Pebulis : Charon
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : Maret 2010
Tebal buku : 208 halaman , 20 cm
Ukuran : 13,5 cm x 20 cm
Novel 3600 detik merupakan salah satu novel yang bergenre romance yang dituliskan oleh Charon. Beliau lahir di Sukabumi tepatnya di bulan Juni. Charon pernah menempuh pendidikan di Jurusan Sistem Informasi di Universitas Bina Nusantara,angkatan 2002. Selain novel 3600 detik,Charon juga menulis novel lain yaitu 7 Hari Menebus Waktu dan 9 Misi Sang Penjaga. Kelebihan yang dimiliki Charon yaitu beliau mampu membuat pembaca mengalami perasaan senang, kecewa,atau bahkan marah saat membacanya.
Sandra yang hidupnya
sangat berantakan akibat perceraian kedua orang tuanya.dan hatinya semakin
hancur ketika ayahnya memutuskan agar Sandra tinggal bersama ibunya, yang
selama ini tidak pernah dekat dengannya. Itu yang membuat Sandra berubah
menjadi remaja yang bandel, urakan, dan tidak sopan. Berulang kali Sandra
dikeluarkan dari sekolah karena kenakalannya.
Walaupun dengan sikap dingin yang
ditunjukkan pada ibunya, sang ibu tetap sayang padanya. Dan ibunya memutuskan
untuk pindah kota. Menurut ibunya, mungkin suasana dan lingkungan baru akan
mengubah perilaku putrinya. Namun di sekolah baru, Sandra sudah bertekad untuk
membuat dirinya dikeluarkan lagi. Ia bertekad akan membuat ulah agar para guru
tidak tahan dengan kelakuannya. Ternyata pikirnya salah. Pak Donny, sangat
sabar menghadapi Sandra. Pak Donny berpendapat, mengeluarkan Sandra berarti
menuruti keinginannya.
Di sekolah yang baru, Sandra bertemu dengan
seorang laki-laki yang bernama Leon. Sandra sering membuat ulah ketika berada
di sekolah seperti, merokok, membuat contekan, mencuri, dan berani memcaci maki
gurunya sendiri. Leon sering menasehati Sandra. Namun, Sandra tetap tidak mau
mendengarkan Leon.
Sandra berhasil bertahan lebih dari sebulan
di sekolah barunya itu. Lambat laun sifatnya pun mulai berubah. Ternyata
purubahan Sandra dikarenakan adanya Leon di sekolah itu. Walaupun sifat mereka
berbeda seratus delapan puluh derajat, mereka bisa berteman sangat akrab.
Pada suatu hari Sandra mengantarkan Leon
yang sedang pingsan untuk ke rumah sakit. Dan Sandra pun mendapati sebuah nama
di sebuah papan daftar pasien. Dan disana tertulis “Ny Widia” itu adalah ibu
kandungnya sendiri. Sandra memutuskan untuk menjenguk ibunya, ibunya pun merasa
senang dan tersenyum karena Sandra menyempatkan waktunya untuk menjenguk
ibunya.
Namun, Sandra tetap berlaku kasar kepada
ibunya. Ia bilang ia menjenguk kesini hanya untuk mengantarkan temannya yang
sedang sakit, bukan untuk menjenguk ibunya. Hati ibunya pun merasa sakit
sekali. Dan Sandra pun meninggalkan ibunya begitu saja di kamar rumah sakit.
Keesokan harinya Sandra menemani Leon untuk
menjalani operasi. Leon langsung dibawa ke ruangan operasi. Tidak sampai lima
menit, dokter pun menyatakan bahwa Leon sudah meninggal. Sandra tidak percaya
Leon sudah tiada padahal 3600 detik yang lalu, mereka masih bersenang-senang
tanpa beban apapun.
Novel ini mempunyai tema yang bagus, sehingga dapat membuat pembaca masuk dalam cerita novel ini dan pembaca larut dalam emosi disetiap permasalahan yang ada. Jalan ceritanya juga tersusun rapi mulai dari awal hingga akhir. Gaya bahasanya juga mudah dipahami. Novel ini juga mengajarkan kita arti sebuah persahabatan, mengetahui betapa besarnya rasa cinta yang diberikan oleh seorang ibu kepada anaknya.Serta yang penting novel ini mempunyai pesan moral yang tinggi kepada pembacanya.
Seperti kebanyakan novel-novel “teenlit”yaitu jalan cerita yang mudah sekali ditebak oleh pembaca. Serta sedikitnya permasalahan dalam cerita yang ada di novel tersebut, sehingga terdapat kesan yang kurang seru.
Menurut saya, novel ini cukup baik untuk menjadi bahan bacaan disaat waktu luang. Karena ceritanya yang cukup menarik untuk dibaca, dapat mengerti arti persahabatan, dan dapat mengetahui betapa besarnya rasa sayang yang diberikan oleh orang tua (ibu) kepada anak walaupun sang anak tidak menghormatinya.
* Intan Nur Ayuningtyas – XI IPS-1 / SMADA 38