Kisah Putih Abu-Abu Nathan dan Salma

Judul                           :    Dear Nathan

Penulis                        :    Erusca Febriani

Penyunting Buku        :    Maskur Priatna

Pemeriksa Aksara       :    Rahmia Mn

Jumlah Halaman        :    520 halaman

Diterbitkan                 :    Maret -27 Juni 2016

Penerbit                      :    Best Media

Dear Nathan adalah salah satu novel bergenre romansa yang dituliskan oleh Erisca Febriani seorang gadis kelahiran 25 Maret 1998. Erisca mulai menulis secara professional sejak kelas 2 SMP. Karir Erisca dalam dunia menulis diawali melalui Facebook. Lalu setelah ia lulus SMA baru ia menulis dan menyalurkan bakatnya melalui wattpad. Tak lama kemudian ia memulai membukukan karyanya dalam bentuk novel. Meski ia sempat ditipu dalam pencetakan pertamanya namun pada pencetakan kedua novelnyapun langsung best seller. Karena novelnya yang best seller karyanya sempat dilirik beberapa production house dan akhirnya difilmkan pada tahun 2018. Novel Dear Nathan ini menceritakan kisah putih abu-abu seorang remaja yang bernama Salma dan Nathan

Dimulai dari keterlambatan seorang gadis pindahan yang mengikuti upacara pertama di sekolah barunya, yaitu Salma Alvira yang kerap disapa Salma bertemu dengan seorang laki-laki yang membantunya menyelusup melalui tembok samping menggunakan tangga. Setelah di selidiki, ternyata lelaki itu bernama Nathan, yakni anak nakal yang sering menjadi bahan gosip murid-murid satu sekolah karena sering membuat ulah dan kegaduhan. 

Kehidupan Salma berubah drastis setelah dia pindah ke sekolah barunya yaitu SMA Garuda. Teman-temannya tidak sealim seperti di sekolah lamanya. Beberapa dari mereka memiliki sifat emosional dan gaduh, termasuk Nathan. Nathan tidak mengira akhirnya bisa jatuh cinta kepada Salma, anak baru yang nampak ingin menangis pada saat terlambat datang ke sekolah. Kalau menurut Nathan, terlambat adalah hal biasa baginya, ternyata jauh berbeda apabila situasi itu dihadapi oleh Salma yang membuatnya berubah menjadi lelaki yang penuh perasaan.

Nathan baru sadar, jatuh cinta kepada wanita lugu yang belum pernahpacaran jadi hal yang cukup menguras tenaganya. Awalnya ia sangat bersemangat mengejar cintanya. Namun, apakah Nathan akan selamanya menikmati pengejaran cintanya jika Salma terus-menerus bersikap cuek kepadanya ?

 “Dan seandainya pemilik hati kamu adalah aku, kemanapun kamu pergi, hati itu pasti akan kembali kepemilik sejati dan Tuhan punya seribu satu cara untuk mempersatukan kita lagi. Tapi kalau bukan milik hati ku ? Tuhan juga memiliki banyak cara untuk menemukan kamu dengan yang lain.”- Nathan – hal. 486.

Tak hanya cinta yang memberi warna dalam kehidupan Nathan, tetapi ada juga masalah yang besar yang memang sudah lama dihadapinya, yaitu masalah keluarga yang sangat berat hingga Nathan merasa berat menanggungnya. Kehilangan orang yang sangat di sayanginya, yaitu ditinggalkan oleh ayahnya, dan masih banyak lagi masalah-masalah yang dihadapi Nathan.

Keunggulan novel ini yaitu saya suka dengan karakter Salma dan juga cara Salma bersikap saat berada di depan Nathan. Keluguannya mengatasi cinta pertama kali yang masuk ke dalam hatinya, membuat Salma jadi semakin manis dan pantas menjadi sasaran cinta Nathan. Intinya, jika masalah karakter penulis sudah berhasil membuat karakter-karakter yang kuat, fokus hanya pada tokoh utamanya, untuk tokoh pendukung yang jumlahnya tidak sedikit, penulis dapat memberikan mereka ciri khas pada masing-masing tokoh. Sehingga saya sebagai pembaca tidak kesulitan membedakan dan mengingat karakter masing-masing tokoh pendukung.

Jalan cerita yang digambarkan dalam novel ini juga masuk akal. Tahap-tahap konflik dapat diceritakan dengan baik dan penyelesaiannya cukup jelas. Banyak ilmu yang dapat kita ambil dari novel ini. yaitu tentang pengorbanan, tentang kasih sayang, persahabatan, bahkan tentang mau menerima kenyataan dan arti memaafkan.

Kekurangan Novel Dear Nathan ini adalah cara penulis membuat narasi. Beberapa terasa berlebihan dan terkadang pemilihan katanya terasa kurang pas. Narasinya juga terlalu berputar-putar. Beberapa kata masih ada yangtypo dan menggunakan kata yang tidak baku.

Kemudian cara bicara Nathan kepada Salma yang menggunakan kata saya dan kamu. Penggunaan kata saya dan kamu dirasa kurang pas bagi beberapa pembaca karena cara bicara Nathan yang menggunakan saya dan kamu, bukan menimbulkan sosok Nathan sesungguhnya.

Novel Dear Nathan senantiasa membuat kita ingat masa-masa SMA. Jadi remaja memang bagian dari hidup yang takkan terlupakan. Masa-masa dimana kita menemukan jati diri, begitu ingin bebas lepas, dan baru mengenal tentang apa itu cinta. Meski tema yang diusung memang sering kita jumpai pada novel lainnya, tapi karakter Nathan lah yang menjadi penilaian paling bagus dalam novel ini.

Penulis berhasil menciptakan karakter tokoh yang menarik para pembacanya. Karakter Nathan yang badboy namun tidak playboy membuat kesan baru di hati para pembaca. Dan juga karakter Salma yang lugu, pintar, manis dan memiliki jiwa yang halus, memang tampak kontra dengan Nathan, akan tetapi karena kontras jadi terasa semakin menarik.*

* Adiva Amalia K. P. – XI IPS-1/ SMADA 38

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.