Judul Buku : Anak Rantau
Nama Penulis : Ahmad Fuadi
Nama Penerbit : PT Falcon Publishing
Tahun Terbit : Juli 2017
Jumlah Halaman : 382 halaman
Ukuran Buku : 14 x 20,5 cm
Ahmad fuadi, penulis novel mega bestseller Negeri 5 Menara ini lahir di Bayur, kampung kecil di pinggir Danau Maninjau, tidak jauh dari kampung ulama dan sastrawan Buya Hamka. Alumni Pondok Modern Gontor, Universitas Padjajaran, University of London dan George Washington University ini pernah menjadi wartawan di Tempo dan Voice of America (VOA). Ia meraih banyak beasiswa dan penghargaan bergengsi mulai dari Liputan 6 Awards sampai Penulis Terbaik IKAPI. Fuadi jadi pembicara di 5 benua dan sudah berkeliling ke lebih dari 40 negara.
Novel Anak Rantau ini bercerita tentang seorang anak bernama nyentrik yaitu Donwori Bihepi atau Hepi, seorang anak tukang cetak di Jakarta yang terpaksa harus melanjutkan hidup di kampung halamannya Tanjung Durian, Minang. Karena keterpaksaanya itu, membuatnya menyimpan dendam pada ayahnya. Ia bertekad, bagaimanapun caranya ia harus kembali ke Jakarta. Hepi bekerja mulai dari mencuci piring hingga mengrim barang ke preman meski dilarang oleh kakeknya, Datuk Marajo Labiah ia tetap bersikeras.
Bersama kedua sobatnya, Zen si pecinta binatang dan Attar si penembak ketapel memulai petualangannya. Dimulai dari ia menjadi detektif cilik menangkap maling kampung dan diam diam memasuki rumah Pandeka Luko yang terkenal sebgai ahli tenung/dukun hingga menangkap sindikat narkoba di Tanjung Durian. Semua terasa begitu cepat, hingga akhirnya tabungan Hepi cukup untuk membeli tiket pesawat dan membalaskan dendamnya pada sang ayah. Namun sebait puisi membuatnya berpikir bahwa dendam tak semestinya dendam itu dipendam.
Setiap karya tentu memiliki keekurangan maupun kelebihan begitupun dengan novel Anak Rantau ini. Kelebihan novel ini adalah rasa Minang yang begitu kental. Secara tidak langsung penulis menceritakan kepada pembaca bagaimana suasana Minang baik budayanya, orang-orangnya,bahasanya, hingga makanannya. Selain itu di halaman belakang buku terdapat glosarium (keterangan dari kata-kata berbahasa Minang yang ada dalam buku ini. Juga alur cerita mudah dipahami.
Adapun kekurangan dalam buku ini di antaranya, ada beberapa kata berbahasa Minang yang tdak ada artinya sehingga akan membingungkan pembaca.
Novel ini merupakan paket lengkap. Ada cerita tentang keluarga yang mengharukan, persahabatan, lingkungan hidup, bahkan juga tentang penjelasan pemberontakan besar di masa lalu lewat sudut pandang yang berbeda. Bacalah, kalian akan merasakan petualangan yang seru.*
* Afifah Fitri Desyana – XI IPS 1 / SMADA 38

Belum sempat baca. Baru baca Negeri 5 Menara dan Ranah 3 Warna.
Sepertinya menarik..
SukaSuka