Perjalanan Cinta yang Rumit

Judul Novel       : Catatan Pendek untuk Cinta yang Panjang

Penulis               : Boy Candra

Penerbit            : Media  Kita

TahunTerbit      : 2015

Tebal Buku        : 218 halaman

Boy Candra penulis yang menamatkan kuliah di jurusan Administrasi pendidikan, Universitas Negeri Padang. Lahir pada tanggal 21 November 1989 dan besar di Sumatra Barat. Catatan Pendek untuk Cinta yang Panjang adalah buku ke-3, sekaligus buku nonfiksi pertama yang di terbitkan. Novel ini merupakan perenungan panjang akan makna cinta baginya. Buku lain yang sudah terbit : Novel Origami Hati  tahun 2013, buku Setelah Hujan Reda tahun 2014. Saat aktif menulis novel, catatan, cerpen, dan puisi.

Novel ini berawal dari perasaan Boy kepada seorang wanita, tetapi Boy takut perasaan cintanya tak terbalas. Kemudian benar saja, setelah Boy memberanikan diri untuk menembak wanita itu, salah satu dari jawabannya adalah wanita itu sudah memiliki kekasih. Boy pun menyesal karena dia merasa terlambat menyatakan rasanya pada wanita tersebut. Diam-diam Boy memperhatikan wanita pujaannya itu selama berbulan-bulan, yang sebenarnya wanita itu sudah memiliki pasangan. Boy seperti sudah sangat terpikat pada wanita itu. Sampai-sampai Boy merasa hanya mencintai wanita itu saja adalah hal yang istimewa. Hingga akhirnya Boy pun tahu jika wanita itu sudah putus dengan kekasihnya. Dan Boy memberanikan diri untuk mulai chatting-an dengannya. Selang beberapa minggu dia dengan wanita itu semakin dekat, hal itu tidak pernah terpikirkan oleh Boy. Dan akhirnya Boy menjadi pacarnya. Sebelumnya Boy tidak berfikir dapat menjadi pacarnya secepat itu, karena sebelumnya mereka hanya sebangai teman, lalu sahabat, kemudian mereka sepakat untuk menyebut hubungan mereka sebagai sepasang kekasih.

Beberapa bulan mereka pacaran mulai datang masalah-masalah dalam hubungan mereka hanya karena tidak sependapat satu sama lain. Sebenarnya mereka hanya perlu saling belajar menghargai pola pikir mereka. Akhirnya perdebatan sepasang kekasih telah berakhir. Mereka tidak perlu saling menyalahkan dan juga tidak perlu mencari siapa yang salah karena sejatinya dalam hubungan asmara perbedaan adalah hal yang wajar. Lama kelamaan Boy pun mulai berfikir bukan dengan wanita itu saja dia dapat merasa bahagia dia mulai merasa bosan dengan wanita itu, Boy memutuskan untuk putus dengan wanita itu. Boy mencoba untuk melupakan wanita itu, sesekali Boy ingat perjuangannya untuk mendapatkan wanita itu dulu. Sulitnya mendapatkan wanita itu dulu hanya berakhir dan meninggalkan kata patah hati yang sakitnya tersimpan di hati. Dan pada intinya, akhirnya kamu hanya perlu mensyukuri apapun yang kamu miliki hari ini. Walaupun yang kamu tunggu tak pernah datang, walau yang kau perjuangkan tak pernah sadar dengan apa yang kamu lakukan. Nikmati saja kelak, dia yang kamu cintai akan tahu betapa kerasnya kamu memperjuangkannya.

Dalam novel ini semua kata menggunakan bahasa yang mudah di mengerti dengan sedikit selipan-selipan bahasa inggris tetapi bahasa inggris yang cukup familiar di kehidupan anak remaja zaman sekarang semisal : chatting, love, room, mall, dsb. Pada diksi atau pilihan kata, ke-efektivan kalimat dan ejaan atau gaya bahasa sangat mudah di mengerti karena pilihan kata dan gaya bahasa adalah bahasa yang di gunakan para remaja pada umumnya. Tampilan pada buku ini lumanyan menarik dengan adanya pembungkus buku menambah menarik para pembaca untuk membeli buku ini. Pada tampilan depan buku tidak terlalu banyak hiasan hanya terdapat tulisan judul buku dan gambar 2 hati dengan dominan warna coklat. Pada bagian belakang buku terdapat sedikit kata-kata mutiara dari penulis, alamat redaksi dan penerbit. Sedangkan pada bagian belakang pembungkus buku terdapat 2 gambar hati penerbit dan juga harga buku. Novel ini seharga Rp. 60.000,00 dapat di temukan di GRAMEDIA dan toko-toko buku lainya.

Semua karya sastra tidak mungkin ada yang sempurna, entah dari segi unsur pembangun, bahasa, dan tampilannya. Di antara segi-segi tersebut pasti terdapat kesalahan, kekeliruan, dan kekurangan. Keluar dari kelebihan yang ada, terdapat beberapa kekurangan pada novel ciptaan Boy Candra ini. Pada penokohannya pengarang hanya mendiskripsikan tentang dirinya sendiri. Dari karakteristiknya, hobinya sampai kesukaannya di ceritakan sangat detail tetapi tidak untuk tokoh yang lain, bahkan nama-nama tokoh-tokoh lain tidak di sebutkan dengan jelas, jadi seakan pengarang adalah tokoh utama sekaligus tokoh tunggal. Tidak jelas tokoh-tokoh yang lain seperti teman Boy, pacar Boy, mantan pacar Boy dan siapa itu ibu Boy. Pembaca pasti tidak paham karena tidak di gambarkan melalui cerita secara jelas.

Kesimpulannya adalah sang pengarang membuat halaman tersendiri untuk bagian amanatnya di dalam novel dengan judul Perihal Bahagia  Hal-207 yang berisi “Hidupmu adalah wewenangmu. Bahagia atau tidak kaulah yang menentukannya. Kalau kau memang ingin bahagia. Tinggalkanlah hal-hal yang membuatmu sedih. Tidak usah takut untuk menghadapi apa pun urusan asmara. Kalaupun nyatanya kau patah hati lagi. Cepat atau lambat semuanya akan membaik lagi. Jangan takut jatuh cinta, jangan takut membuat dirimu bahagia. Sebab, bahagia adalah hak segala manusia yang menginginkannya. Hak manusia yang memperjuangkan kebahagiaannya”.*

* Nerika Herdiana – XI MIPA-2 / SMADA 39

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.