
Buku : Bukan Manusia Biasa
Penulis : Riza Astuti Yuli Winarmo
Penerbit : Mitra Gama Widya
Tahun terbit : 1999
Tebal Buku : 124 Halaman
Buku ini menceritakan kisah seorang anak yang bernama Inal. Inal adalah seorang yang bertanggung jawab sebagai pelajar. Inal selalu mengerjakan tugas-tugas yang diberikan gurunya dengan tepat waktu. Selain itu, Inal adalah seorang yang memiliki mimpi besar. Inal ingin menjadi presiden Indonesia dan mengkloning manusia yang memiliki moral baik, serta mengkloning kebutuhan sandang dan pangan yang berkualitas, sehingga rakyat Indonesia nantinya akan hidup sejahtera.
Dalam kesehariannya Inal selalu bersama teman sebangkunya yang bernama Adit. Adit adalah seorang teman yang baik dan juga tidak kalah pintar dengan Inal. Adit selalu mengikuti setiap perlombaan disekolahnya. Akan tetapi, Adit juga tak pernah lupa untuk mengerjakan tugasnya bersama-sama dengan Inal.
Ketika mengerjakan tugasnya Adit dan Inal selalu dibantu oleh Kakak sepupu Inal yang bernama Kak Nita. Kak Nita adalah seorang Kakak sepupu yang sangat baik. Kak Nita selalu membantu kesulitan-kesulitan adiknya dalam belajar dan menyelesaikan tugasnya. Kak Nita tidak pernah kesal walaupun adiknya selalu melontarkan pertanyaan-pertanyaan secara terus menerus ketika diajari oleh Kak Nita. Justru Kak Nita bangga karena memilki adik yang rasa keingintahuannya sangat besar. Biasanya setelah selesai belajar atau sepulang sekolah Kak Nita selalu menyempatkan diri untuk mengetes pengetahuan adiknya. Kak Nita selalu ingin tahu sampai mana adiknya dapat menyerap pelajaran saat disekolah.
Di rumah Inal terdapat sebuah perpustakaan milik Kak Nita yang sangat bersih dan rapi. Inal selalu menggunakan perpustakaan tersebut untuk menunjang proses belajarnya. Biasanya, Inal juga mengajak Adit untuk belajar bersama di perpustakaan tersebut. Seperti ketika ada tugas biologi mengenai kloning,mereka mengerjakan tugas bersama-sama di perpustakaan tersebut dan dibantu oleh Kak Nita.
Keinginan Inal untuk mengkloning manusia disampaikan kepada Kak Nita saat proses diskusi bersama-sama dengan Adit tetapi Kak Nita tidak sependapat dengan Inal. Kak Nita menolak gagasan Inal karena Kak Nita menganggap bahwa mengkloning manusia adalah melanggar norma-norma kemanusian. Akan tetapi, Inal tetap bersikukuh dengan pendapatnya bahwa manusia memang dapat dikloning suatu saat nanti ketika Inal berhasil menjadi presiden.
Inal selalu berangan-angan tentang masa depannya ketika nanti ia berhasil menjabat sebagai presiden Indonesia. Inal selalu berangan-angan bahwa nantinya penduduk Indonesia adalah manusia hasil kloning dari orang yang bermoral baik, dan pintar. Ia juga memiliki mimpi untuk mengkloning sandang dan pangan yang berasal dari kualitas unggul. Mimpi Inal yang lain adalah membuat peralatan yang serba canggih pada masa jabatannya sebagai presiden.
Kak Nita juga selalu berpesan kepada Inal untuk terus bersemangat mengejar cita-citanya walaupun Inal bukan berasal dari golongan orang kaya.
Buku ini bersifat sangat membangun semangat remaja untuk mencapai impiannya karena didalam buku ini terdapat banyak motivasi-motivasi. Selain itu buku ini alurnya tidak berbelit-belit, akan tetapi buku ini terlalu banyak mengandung istilah asing yang tidak dijelaskan sehingga menyulitkan pembaca untuk memahami isi buku ini.
Buku ini layak dibeli dan sangat bagus untuk dibaca bagi kalangan remaja. Dalam buku ini termuat beberapa pesan moral yang dapat dijadikan teladan bagi remaja jaman sekarang. Selain itu, dalam buku ini juga terdapat motivasi-motivasi untuk mencapi cita-cita.
* Feronica F. W. – XI MIPA-4 / SMADA 38