
Judul Buku : Sebuah Episode
Pengarang : Dra. Hanum Safnas
Penerbit : Adicita Karya Nusa
Tahun Terbit : 2000
Jenis Buku : Fiksi
Jumlah Halaman : 125 halaman
Buku ini mengisahkan kehidupan Yon, seorang siswa SMA yang merasa tidak puas dengan keadaan keluarganya. Yon berada dalam keluarga dengan keadaan ekonomi yang jauh berbeda dari kehidupan teman-temannya yang serba mewah. Di dalam keluarganya pun, Yon merasakan ketidakadilan.Ia selalu dibeda-bedakan oleh bapaknya sendiri hanya karena ia adalah satu dari empat bersaudaranya yang memiliki kekurangan dalam bidang ilmu pengetahuan. Apapun yang Yon lakukan selalu salah di mata bapaknya. Namun demikian, Yon berusaha menahan diri dan menerima keadaan yang dihadapinya.
Setelah berusaha menahan diri, akhirnya Yon merasa bosan. Ia ingin merasakan kebahagiaan dalam hidupnya. Yon memutuskan untuk meninggalkan rumah dan mencari tempat kos demi mencari ketenangan dan kebahagiaan versi dia. Ia pun menikmati kehidupan barunya. Yon juga ingin mencari nafkah sendiri dengan bekerja. Hingga pada akhirnya ia bertemu dengan teman lamanya, Jim yang memberikan pekerjaan kepada Yon sebagai pengantar barang-barang elektronik. Yon sangat menikmati pekerjaannya itu. Hasil kerjanya ia gunakan untuk membeli apa saja yang ia mau, bahkan ia juga mentraktir teman-temannya. Namun,, dibalik kesenangannya, terbesit di pikiran Yon tentang bagaimana kondisi kedua orangtuanya. Ia ingin bertemu dengan ibu dan adiknya, tetapi ia tak berani kembali ke rumah.
Pada suatu hari, Jim mengajak Yon menonton film di bioskop. Selepas menonton film, Yon meminta Jim mengantarkannya pulang karena ia merasa pusing dan menggigil. Sejak saat itulah Yon berpisah dengan Jim, hingga akhir-akhir ini Yon tidak mendengar kabar Jim. Namun, setelah tiga hari berlalu, Yon kaget setengah mati ketika mengetahui Jim sudah berada di kamar kosnya dengan keadaan yang sangat memprihatinkan. Rambutnya kusut, telapak kaki kirinya luka, perbannya sudah kotor, dan di punggungnya terlihat darah kotor yang telah membeku. Yon menanyakan kepada Jim apa yang telah terjadi. Tetapi Jim tidak terlalu meresponnya. Dan di kemudian hari dia pergi begitu saja tanpa pamit pada Yon.
Yon sangat bingung pada saat itu. Dan kebingungan Yon terjawab sudah. Ternyata Jim adalah pimpinan gerombolan perampok yang berhasil melarikan diri setelah drama kejar-kejaran seru dengan polisi. Dua temannya tewas setelah mobil yang ditumpangi mereka masuk jurang.
Yon diam sejenak. Tak pernah terpikir olehnya bahwa selama ini dia bekerja dan bersahabat dengan seorang gembong perampok. Atas hal ini, akhirnya Yon mencari tempat yang bisa membuatnya tenang. Yaitu rumah orang tuanya. Syukurlah ibunya masih menerimanya dengan senyum dan lapang dada. Tidak peduli dengan bapaknya yang di mata Yon adalah orang yang membencinya, tetapi sebenarnya bapaknya sangat menyayangi Yon. Akhirnya petualangan Jim berakhir di tangannya sendiri. Sebutir peluru baretta 32 menembus otaknya. Jim mengetahui hal itu dari salah satu media yang memberitakan, “Gembong Perampok Tewas Bunuh Diri”. Tidak seharusnya memang. Tetapi begitulah sandiwara kehidupan.
Buku ini dikemas dengan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami. Di dalam setiap sub judulnya juga dilengkapi dengan ilustrasi gambar yang menarik. Selain itu, cover buku ini juga sangat sesuai dengan isi buku. Hampir tidak ada kekurangan dalam buku ini. Buku ini lebih memberikan manfaat karena memiliki cerita yang syarat akan makna.
Buku ini sangat cocok dibaca terutama oleh kalangan remaja, karena dengan membaca buku ini akan memperkaya pengalaman batin. Buku ini mengajarkan kepada kita bahwa berbagai masalah yang ada dalam kehidupan harus dihadapi dengan bijak. Kita harus berpikir panjang sebelum melakukan sesuatu. Apapun keadaan yang kita miliki harus tetap kita syukuri. Kita tidak boleh iri dengan apa yang dimiliki orang lain, karena kadang sesuatu yang kita inginkan belum tentu menjadi apa yang kita dapatkan. Dan apabila kita telah berhasil pun, kita tidak boleh sombong karena keberhasilan dengan kesombongan sama seperti kesedihan dengan tangisan.
* Kharen Trisna Ayomi – XI MIPA 4 / SMADA 38