Judul Buku : Remaja Gila Baca

Penulis : Izzatul Jannah
Penerbit : FBA Press (Fatahillah Bina Alfikri Press)
Terbit : 2005
Tebal : 144 halaman
Buku ini menceritakan tentang seorang wanita yang setelah menginjak usia lebih dari tigapuluhan, baru saja menyadari bahwa seluruh hidupnya penuh dikitari dengan kata-kata.Wanita ini bernama Izzatul Jannah.
Sejak usia empat tahun dia mulai bisa membaca buku,lalu dengan bangga ia membacakan buku pertamanya kepada kawan-kawan TK nya. Dan ketika dia mulai mendapatkan uang saku sendiri, dia selalu lebih memilih membeli buku dari pada yang lain. Jadilah dia seseorang yang berwajah kucel jerawatan, karena uang sakunya tidak pernah dia belikan obat jerawat, tetapi dia belikan buku.Bahkan ibunya setiap kali memberi hadiah, hadiahnya selalu buku, salah satunya ada komik aqidah yang menggambarkan surga dan neraka dan buku inilah yang rupanya menjadi pijakannya untuk kembali ke jalan Islam saat masa remajanya.
Pembaca pun akan mengerti sebuah kaadilan Allah SWT terhadap hambanya. Hal ini dibuktikan dalam kisah hidup Izzatul Jannah saat SMU dia sering mengikuti lomba-lomba mengarang namun belum pernah menang. Bahkan dia cukup sering mengirim cerpen ke majalah-majalah remaja langganannya namun tak satu pun yang dimuat. Barulah setelah berhijab dan aktif di kerohanian Islam,dia kembali menekuni olahkata dengan intens dan dia menjadi wanita yang maniak buku-buku Islam. Kemudian dia mulai terinspirasi untuk mengikuti lomba-lomba dan akhirnya dia berhasil menjadi pemenang.
Dari situlah dia mulai meyakini bahwa tidak ada sesuatu yang didapat dengan instan, pasti ada proses. Jika sekarang dia dikenal sebagai salah satu pengarang fiksi dan buku-buku remaja Islam dengan jumlah buku yang sudah mencapai puluhan judul, itu bukan serta merta, tetapi karena sebuah kebiasaan masa lampau yang membuah hasil di masa sekarang.
Pembaca pun yang sebelumnya masih malas membaca buku akan mulai termotivasi setelah membaca buku ini. Memang sebuah ilmu pengetahuan sekarang dapat diperoleh di mana saja namun buku tetaplah sumber yang memiliki keistimewaan yaitu buku itu abadi, buku bisa dicerna perlahan-lahan (menganalisa), buku mengasah imajinasi, buku yang baik menggerakkan pikiran, serta mencerminkan kepribadian.
Buku ini menggunakan bahasa yang sederhana. Buku ini juga dilandasi atas dasar pendapat-pendapat para ahli dan menurut sejarah peradapan Islam serta ayat-ayat Al-Quran. Sehingga saat membacanya kita tidak akan salah mengartikan dan akan lebih mudah memahami maksud yang ingin disampaikan penulis.
Buku ini juga dilengkapi dengan adanya teknik membaca super ala pakar, teknik membaca cepat, teknik membaca super power reading, teknik membaca total savi. Namun menurut saya sampul buku ini kurang menarik serta adanya huruf yang dibuat besar kecil pada bacaan sedikit membuat bingung.
Dalam buku ini pengarang ingin menyampaikan bahwa buku adalah sebaik-baiknya guru dan jendela untuk melihat masa lalu, masa kini dan masa depan yang akan membawa kita menuju suatu keberhasilan jika kita rajin membacanya. Seperti kata Barbara Tuchman “Buku adalah pengusung peradapan. Tanpa buku, sejarah menjadi sunyi, sastra bisu, ilmu pengetahuan lumpuh, serta pikiran dan spekulasi mandeg.”*
* Evryn N. – XI MIPA-5 / SMADA 36