
Judul buku : SIN; God Hates The Sin, Not The Sinner
Pengarang : Faradita
Penerbit : Kubus Media
Jumlah halaman : vi + 444 halaman
Tahun terbit : 2017
Ukuran : 14×20 cm
ISBN : 978-602-6731-04-3
SIN; God Hates The Sin, Not The Sinner, salah satu cerita yang popular di Wattpad. Pembacanya sekitar 10 juta. Dalam buku ini Faradita seorang gadis yang mengaku dirinya penulis “amatir” menuliskan tentang kisah remaja SMA yang saling berbanding terbalik sifatnya yang satu sumber masalah, yang satu pendiam. Yang kemudian saling jatuh cinta. Sampai sebuah kenyataan terungkap.
Siapa yang tidak mengenal Ametta Rinjani? Atau akrab disapa Metta. Cewek paling cantik di sekolah. Memiliki predikat playgirl dengan mantan di mana-mana. Niatnya hanya satu, membuat semua cowok bertekuk lutut di bawah kakinya, kemudian menendangnya jauh-jauh.
Semua berawal dari insiden yang hampir menghancurkan Metta. Dalam keadaan setengah sadar, dia masih dapat mendengar dan mengingat suara berat cowok yang menolongnya yang tak lain adalah Raga Angkasa.
Di saat semua cowok memuja seorang Metta, maka hanya Raga lah yang berbalik arah saat berpapasan dengan Metta. Dalam hidupnya, Raga hanya punya satu tujuan, menjauh dari cewek bermasalah manapun termasuk Metta.
Metta merasa menemukan mainan baru dalam penolakan Raga, membuatnya tak pernah gentar menarik perhatian cowok itu. Hingga tanpa keduanya sadari, Ametta yang awalnya hanya ingin bermain dan Raga yang sepenuhnya terganggu dengan kehadiran Metta perlahan mulai terbiasa dengan yang dinamakan kebersamaan.
Namun, semesta tak mengijinkan kisah mereka semanis itu. Rahasia-rahasia besar yang sedikit demi sedikit terungkap nyatanya mampu meluluhlantakkan hati keduanya. Menjadikan dua insan yang ingin menyatu harus saling melepas.
Segala bukti yang ada meyakinkan Raga bahwa Metta adalah anak dari kekasih Ayahnya yang pergi dalam keadaan mengandung, karena ayahnya harus menikah dengan mamanya saat itu, yang berarti Metta adalah saudara tirinya, adiknya dari Ayah yang sama.
Hingga di ujung keputusasaannya, Raga mendatangi makam ibu Ametta. Di sanalah semua terungkap. Seperti gelap yang tiba tiba mendapat cahaya, semua harapannya telah kembali karena Metta bukan saudaranya. Detik itu juga dunia Raga seolah kembali berkedip, namun belum sepenuhnya bersinar karena Metta bahkan belum membuka mata pasca kecelakaan yang dialaminya.
Raga hanya mampu memohon lagi dan lagi pada semesta, agar wanitanya kembali. Karena setelah badai lebat yang mereka lalui, kini tak ada lagi yang menjadi penghalang cinta mereka.
Mereka pernah menjadi pendosa, dengan tetap saling mencinta. Namun nyatanya itu hanyalah kekeliruan, karena tak pernah ada dosa diantara dua insan yang kini tengah memadu asmara dibawah gemerlap langit malam. Yaa mereka adalah Ametta Rinjani dan Raga Angkasa. Tuhan telah berbaik hati mengijinkan mereka menua bersama, because God hates the sin, not the sinner.
Dilihat dari isinya, novel ini memiliki cerita sangat menarik, juga gaya bahasa yang digunakan lebih komunikatif. Cerita ini lebih asik dan juga tidak membosankan. Cerita ini mengangkat kisah percintaan remaja yang hangat untuk dinikmati pembaca khususnya kalangan remaja. Karena kisah cinta Metta dan Raga yang rumit dan dibumbui dengan koflik-konflik lainnya menambah daya tarik dari novel ini. Bahkan novel ini bisa menguras air mata saya.
Dari isi buku ini ada sebagian kata maupun kalimat atau sebagian cerita novel ini yang tidak boleh dibaca oleh anak dibawah umur. Dan dilihat dari sampulnya yang kurang menarik, dapat membuat pembacanya malas membaca hanya dengan melihat sampulnya. Padahal isi cerita dari novel ini sangatlah menarik.
Novel ini sangat direkomendasikan untuk remaja dan sangat wajib untuk dimiliki. Karena mengandung banyak hal-hal yang bisa dipetik dan dijadikan pelajaran bagi kita sebagai remaja. Seperti keberanian dalam menghadapi masalah dan kehidupan yang kian lama kian kejam.*
* Ranindya Inugrahanti – XI MIPA-6 / SMADA 38