Karya Windi Nova Ariesta

Kupandang sebuah balok kayu tua
Terkapar lemas di pinggir jalan
Bersama lelumutan dan serbuk putih
Mulanya…
Dia adalah sebatang pohon yang kokoh
Daunnya lebat
Akarnya kuat
Namun…
Tangan-tangan usil membuatnya harus berpisah
Dengan anggota tubuhnya
Kini, yang dimiliki hanya lumut dan serbuk putih
Terpaan angin, hujan, dan cuaca
Membuatnya nampak semakin kusam
Lapuk dan rapuh
Seiring dimakan oleh waktu
Hingga akhirnya
Menjadi abu tak berkubu.*
* Windi Nova Ariesta – X MIPA-5 / SMADA 39