
Judul Buku : Ketua Kelas
No. ISBN : 978-602-220-193-9
Pengarang : Sang Ayu Gita
Penerbit : PT. Bukune Kreatif Cipta
Terbit : September – 2016
Tebal Buku : vi+ 298 halaman
Dimensi : 14 x 20cm
Novel Ketua Kelas ditulis oleh Sang Ayu Gita yang merupakan cerita pertama yang ia terbitkan sejak aktif menulis. Novel ini berisikan tentang kehidupan di sekolah seorang remaja jaman sekarang, yang didalamnya tak pernah luput dari kisah percintaan dan juga persahabatan. Hal ini dialami juga oleh Rey dan Ava.
Ava Davinia Tita merupakan ketua kelas teladan di sekolahnya. Awalnya, waktu kelas 10 dia menjadi ketua kelas sukarela gara-gara tidak ada yang mau. Meskipun begitu,Ava tidak mau menjadi ketua kelas seadanya. Dia memastikan kalau kelasnya menjadi teladan karena tidak pernah membuat guru marah apalagi mempunyai catatan di BK.
Seminggu yang lalu, kelas Ava kedatangan murid baru pindahan dari Bandung. Penampilannya bisa dibilang kalem dan baik, ditambah memiliki wajah yang tampan yang mampu membuat banyak siswi kepincut dengannya. Namanya Reynand Adira Pratama. Semenjak kedatangan murid baru itu, hidup Ava yang tenang menjadi gila dan banyak cobaan. Bagaimana tidak, hobinya yang suka melanggar peraturan sekolah membuat Ava ikut terseret ke ruang BK untuk turut mempertanggungjawabkan kebandelannya. Seolah itu belum cukup, tiga temannya di kelas atau bahkan sekelas juga sudah berani melawannya.
Semua hal pasti mungkin saja terjadi, termasuk Ava dan Rey yang mulai saling menyukai. Meskipun awalnya Rey hanya menganggap Ava sebagai pacar bohongannya, namun lambat laun mereka menyadari ada rasa diantara mereka. Hal ini dirasa cukup aneh bagi Ava mengingat sosok Rey yang berandalan dan suka cari masalah. Semenjak itu mereka menjalin hubungan, bukan pacaran bohongan melainkan sungguhan. Bahkan hubungan itu sampai mereka teruskan hingga pelaminan. Begitu juga dengan teman-teman mereka.
Tanpa sadar, persahabatan mereka telah menurun hingga kepada anak-anak mereka dan nantinya akan berbuah cerita yang tak jauh berbeda dari mereka.
Novel ini disajikan dengan bahasa sehari-hari dan menarik, membuat orang yang membaca tidak merasa bosan. Dari setiap bagian cerita ke bagian cerita yang lain bisa membuat penasaran para pembaca dan ingin cepat menyelesaikan membaca novel ini sampai mengetahui akhir cerita. Alur cerita dalam novel ini tidak bertele-tele, sehingga pembaca dapat dengan mudah memahami pesan yang ingin disampaikan penulis. Selain itu, sampul buku yang bagus dapat menarik perhatian orang untuk membacanya.
Namun, tidak jarang juga ditemukan kesalahan ejaan di dalamnya. Ada juga kata-kata yang seharusnya tidak dituangkan dalam novel ini, seperti kata umpatan, mengingat novel ini merupakan novel remaja.
Novel ini dapat dibaca oleh khalayak umum, terutama para remaja. Novel ini patut untuk dibaca atau dimiliki karena isi cerita dari novel ini memceritakan kisah cinta remaja dan persahabatan.*
* Ulfi Dyah Winandani – XI MIPA-5 / SMADA 37