
Judul buku : All You Need is Love
Pengarang : Fakhrisina Amalia
Penerbit : Gramedia
Tahun terbit : 2015
Tebal buku : 238 halaman
Fakhrisina Amalia atau kerap disapa Iis adalah pengarang novel remaja, Iis sudah mulai menulis novel sejak tahun 2015 ketika bukunya “Happinnes” diterbitkan oleh Kepustakaan Populer Gramedia. Iis mendedikasikan dirinya untuk menulis novel bergenre remaja dan mengangkat isu kesehatan mental. Iis merupakan lulusan megister psikologi profesi dan Iis merupakan psikolog. Iis adalah pengarang novel remaja yang telah menerbitkan lima buku : Confession (2014), Happiness (2015), All You Need is Love (2015), Persona (2016), dan Represi (2018). Iis bisa disapa di akun Twitter-nya @LoveliestR atau lewat e-mail di stella.annabella@ymail.com.
Buku ini menceritakan kisah tentang Katrina atau biasa dipanggil Kat yang melakukan perjalanan ke Skotlandia, ke negeri ibunya berasal. Katrina pergi ke Skotlandia untuk pertama kalinya ketika dirinya sudah menginjak bangku kuliah. Kepergiannya ke Skotlandia dilatar belakangi oleh putusnya hubungan dirinya dengan Aiden, pacarnya. Juga sebab kondisi Granny, yaitu neneknya, sedang sakit. Sesampainya di Skotlandia, Kat dan orangtuanya dijemput oleh sepupunya, yang menurutnya merupakan Tom Cruise versi muda. Mereka juga disambut hangat oleh Paman Ken dan Bibi Keara. Namun Istas, kakak Mac, sangat membenci kehadiran mereka di rumahnya. Kat heran mengapa Istas bersikap ketus kepadanya, padahal mereka baru saja bertemu.
Kat melalui hari-hari di Skotlandia ditemani oleh Mac. Kondisi kesehatan Granny yang sedang memburuk menyebabkan Kat tidak bisa menghabiskan waktu dengan Granny. Kat pun tidak bisa memungkiri bahwa dirinya terpesona oleh wajah Mac yang tampan. Sampai suatu ketika mereka menemukan sebuah lukisan di dalam peti di bawah tempat tidur Kat. Kat dan Mac pun merasa lukisan tersebut merupakan sebuah petunjuk dari misteri di dalam keluarga mereka.
Suatu malam, Granny meminta Kat untuk menemuinya di kamarnya. Di kamar itulah rahasia tentang mata ibunya Kat berwarna abu, sedangkan seluruh keluarganya berwarna biru pun terkuak. Sayangnya tak lama setelah itu keadaan Granny semakin memburuk. Di tengah situasi penuh kecemasan itu, Aiden datang dari London ke Skotlandia untuk memenuhi panggilan ibunya Kat untuk menemani Kat. Nyatanya, walaupun suda putus, perasaan Aiden kepada Kat masih tetap sama.
Cerita ini dikemas cukup menarik oleh Fakhrisina Amalia, mengusung setting tempat di Skotlandia membuat novel ini terasa lebih menarik. Di dalam buku, penulis menerangkan beberapa hal yang menarik dari Skotlandia, seperti alamnya dan tempat wisatanya. Mengenai hal tersebut, pembaca dapat sedikit mengetahui tentang Skotlandia. Selain itu, novel ini juga dibumbui oleh cerita fantasi didalamnya, membuat imajinasi pembaca semakin luas. Cerita fantasi yang digambarkan cukup menarik, karena menggabarkan sebuah kota yang hanya bisa dilihat setiap 100 tahun sekali, yang dimana hal tersebut sulit dibayangkan dan dipercaya. Melalui novel ini, penulis mampu mencipatakan banyak tokoh, dan masing-masing tokoh memiliki karakteristik yang menonjol. Novel ini juga menggambarkan betapa besarnya sebuah perjuang, pengorbanan, dan keikhlasan demi mendapatkan apa yang diinginkan.
Novel ini memiliki alur ceritanya yang sedikit sulit dipahami. Alur cerita dari novel ini bergerak terlalu cepat. Terutama untuk alur dan setting waktu bagian cerita fantasi, akan sedikit membingungkan pembaca. Plot twist di dalam novel ini terlalu banyak sehingga pembaca bingung menentukan plot utama dari cerita ini. Di awal-awa novel, dialog antar tokoh dalam cerita juga bisa di bilang sedikit alay.
Novel ini cocok untuk dibaca kalangan remaja, terutama yang menyukai cerita fantasi. Novel ini juga mengajarkan mengenai banyak hal, mulai dari perjuangan, pengorbanan, dan keikhlasan yang memang hal tersebut penting di dalam kehidupan. Menjadi pelajaran juga bahwa kasih sayang antar sesama itu juga penting untuk selalu menjaga hubungan baik. Karena tanpa cinta, takkan ada lagi yang tersisa.*
* Yuliani Safira Prima – XI KBC IPS / SMADA 41