PETUALANGAN 2 DIMENSI DANUR UNIVERSE

Judul : Gerbang Dialog Danur
Penulis : Risa Saraswati
Tahun Terbit : April 2015
Penerbit : Bukune
Kota Terbit : Jakarta Selatan
Tebal Buku : xii + 224 halaman

Alasan saya membeli buku ini adalah karena pada waktu itu banyak yang membicarakan tentang danur. Awalnya saya biasa-biasa saja, tapi setelah mendengar cerita dari teman, saya menjadi tertarik untuk membeli buku ini. Dan saya juga langsung menonton film Danur 1, Danur 2, Danur 3, Ivanna, Asih 1, dan Asih 2. Dan semua film itu ternyata saling berkaitan satu sama lain dan juga berhubungan dengan buku ini.

Buku tersebut bercerita tentang perjalanan Risa dengan teman-teman hantu yang bertemu satu demi satu di tempat yang berbeda.. Namun, layaknya suatu makhluk, selalu ada yang datang ada pula yang pergi dengan jarak waktu yang bervariasi. Tidak semua teman hantunya menetap untuk jangka waktu yang lama. Beberapa hanya hadir, bercerita, lalu pergi. Menambah kesan, pengalaman, dan informasi baru bagi Risa untuk melihat dunia dari perspektif yang berbeda dalam dimensi waktu yang berbeda. Peka terhadap apa yang tidak semua orang bisa lihat dan rasakan, Lisa banyak berbicara tentang naik turunnya mereka yang memiliki “kelebihan” untuk melihat dan berkomunikasi dengan makhluk dari dimensi lain.

Cerita dimulai saat Risa beradaptasi dengan lingkungan barunya. Masa-masa merasa kesepian tinggal di sebuah kota yang jauh dari keluarganya, kota Bandung yang penuh sejarah. Rasa sedih karena dikucilkan, merasa terabaikan oleh orang-orang disekitar, serta rindu yang dirasakannya akan keluarga membuatnya menjadi penyendiri. Suatu hari saat ia sedang menyendiri dan menangis, Risa bertemu dengan Peter. Berlanjut dengan ke empat mahluk lainnya, yang kemudian menjadi teman-teman terdekatnya. Kerinduannya dengan keluarga sedikit berkurang. Ia perlahan membaur dengan tingkah-laku mereka yang berbeda-beda. Peter yang pertama yang terbilang egois, disusul Hendrick dan Hans yang jahil, William si pendiam dan paling dewasa, Janshen yang sering dijahili karena termasuk yang paling kecil, dianggap bungsu oleh mereka.

Mereka berlima hadir membawa warna-warna pelangi tidak hanya hitam ataupun putih. Mereka membawa kebahagiaan dan keceriaan dalam hidupnya. Risa berusaha menjadi pendengar yang baik untuk kelima sahabat hantunya. Kebanyakan dari mereka bercerita tentang kesedihan yang dibuat oleh penjajah Jepang. Terkadang mereka menunjukan ekspresi kemarahan, sedih, menangis tanpa air mata bahkan terkadang menunjukan wujud yang sangat mengerikan. Tetapi, Risa tidak sama sekali takut. Risa berfikiran positif dan mengambil hikmah dari kejadian yang dialami oleh kelima sahabat hantunya itu.

Sudah beberapa tahun Risa dan kelima sahabatnya menjalin persahabatan. Dan saat itulah persahabatan Risa sedang diuji. Risa yang ketika itu masih kecil. Membuat janji terhadap Peter. Risa berjanji mengakhiri hidupnya agar bisa hidup selamanya bersama kelima sahabat hantunya. Risa berusaha menepati janjinya dengan melakukan percobaan bunuh diri sebanyak tiga kali. Mulai dari menyayat tangannya dan meminum obat – obatan warung dalam dosis yang cukup banyak. Tapi usaha yang di lakukan Risa selalu gagal.

Risa pun menyesal karena telah melanggar janji yang dia buat bersama Peter. Akibatnya, Peter pun marah besar dan mengajak empat sahabat Risa pergi meninggalkan Risa dan merekapun tak pernah muncul lagi dihidup Risa selama belasan tahun.

Selama ditinggal kelima sahabat hantunya, Risa encoba menyibukan dirinya dengan kehidupan nyatanya. Tapi tak jarang Risa bertemu dengan sahabat – sahabat hantu lainnya seperti Samantha, Ardiah, Teddy, Edwin, Jane, Sarah, Elizabeth dan Kasih. Tak sedikit dari mereka meminta bantuan kepada Risa untuk menemukan keluarga ataupun kekasih yang mereka cari. Sesungguhnya Risa sangat rindu terhadap kelima sahabat kecil hantunya itu.

Hingga Risa dewasa kelima sahabatnya itu tidak pernah menapakkan batang hidungnya lagi. Sampai saat itu tiba, ketika Risa sedang rekaman lagu untuk albumnya. Kelima sahabat Risa muncul dan memberikan Risa dukungan. Kini kemanapun risa bernyanyi dan pergi selalu ditemani kelima sahabatnya meski kini risa bukan anak kecil seusia mereka namun kebersamaan, canda dan tawa mereka tak perna pudar.

Novel ini sangat menarik, kisah hantu dalam novel benar-benar nyata. tak heran jika novel ini sangat diapresiasi oleh beberapa kalangan. Selain menarik, novel ini juga mengajarkan kita bahwa hantu juga masih memiliki sisi manusiawi. Bahasanya pun luas dan mudah dipahami. Penceritaan seolah-olah pembaca ikut dalam setiap kisahnya. Seolah-olah kita sedang berhadapan langsung dengan Risa yang bercerita tentang kelima sahabat hantunya. Penyusunan cerita secara bab per bab mempermudah dalam hal memahami isi novel.

Pembaca mungkin akan kesulitan bila tidak membaca secara keseluruhan. Karena di bagian akhir cerita sudah berbeda dari awal. Isi cerita bukan lagi tentang kelima sahabatnya yaitu Peter, William, Hans, Jerdrick, dan Jhansen lagi. Mungkin juga beberapa remaja tidak menyukai Novel ini. Karena remaja zaman sekarang cenderung lebih suka Novel bergenre romantis. Sedangkan novel Gerbang Dialog Danur ini bergenre horror. Mungkin beberapa juga menganggap novel ini tidak masuk logika.

Untuk yang belum baca novel ini jangan takut bila mau membacanya di malam hari. Karena isinya tidak seseram yang dibayangkan. Kisah horror dalam Novel ini sangat lain dari novel-novel horor lainnya.*

oleh Rayhan Ardi Fardian – XI MIPA / Smada 42

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.