
Judul : The Prodigy
Penulis : Midnightstalks
Penerbit : Penerbit Fantasious
Tahun Terbit : November 2021
Tebal Buku : 300 Halaman
Mulanya cerita The Prodigy merupakan sebuah Alternative Universe (AU) di Twitter di sebuah akun bernama @midnightstalks yang kemudian diangkat menjadi novel oleh Penerbit Fantasious, anak perusahaan dari Loveable Group Publisher. Thread dari kisah ini pun ternyata cukup populer dikalangan anak-anak Twitter yang suka membaca AU. Dengan genre Sci-Fi, penggemar dibuat geleng-geleng kepala dengan plot yang dibuat oleh author, terutama pada versi AU-nya. Imajinasi dan kreativitas penulis benar-benar dituangkan dalam kisah tersebut dan mengajak pembaca seolah-olah ikut berinteraksi ke dalamnya.
Secara keseluruhan, The Prodigy menceritakan tentang Rennath—sang tokoh utama, mencari identitas dan tentang fakta kematian ibunya. Dalam cerita ini dikisahkan terdapat sebuah negara bernama Neostate yang terdiri dari tujuh distrik. Masing- masing dari distrik tersebut memiliki karakteristik dan ciri khasnya sendiri. Distrik-distrik tersebut diberi nama sesuai dengan nama klan yang menghuninya. Negara ini punya stratifikasinya sendiri. Tiap individu dinilai berdasarkan dari mana klan mereka berdiri. Neostate juga memiliki pendidikan eksklusif lewat satu institusi, yang diperuntukkan mencetak banyak sekali Prodigy bernama Neo Prodigy Academy (NPA). Sistem pendidikan ini memiliki empat prodigium yang pengajarannya didasarkan pada teknologi dan alumninya pun telah disetting untuk mengabdi dan membangun Neostate.
Prodigium pertama yaitu Vestenium, mempelajari proses biologi dan kimia yang terjadi dalam makhluk hidup. Prodigium selanjutnya adalah Ostenium, mempelajari tentang ilmu pengetahuan dan teknologi. Prodigium yang ketiga mempelajari tentang teknologi digital secara umum, yaitu Nordenium. Dan prodigium yang terakhir mempelajari tentang ilmu pertahanan dan ancaman keamanan di Neostate, yang bernama Sydenium.
Berawal dari Huang Rennath seorang pemuda dari Distrik 7 yang menggegerkan seluruh Neostate karena ia berhasil lolos dalam seleksi NPA dengan nilai tertinggi setara dengan Lee Jenovio—putra kedua pimpinan utama klan Lee, dan kenyataan bahwa dirinya yang berasal dari klan Huang—klan yang telah dinyatakan lenyap akibat sejarah masa lalunya. Segalanya dimulai ketika Rennath atau yang akrab dipanggil Ren, anak yang marganya sudah disembunyikan dari catatan negara menemukan bahwa akademi kebanggaan negara ternyata menyimpan rahasia tentang asal usul dan silsilah keluarganya.
NPA yang menjadi akademi pencetak lulusan yang merupakan bibit unggul dari berbagai distrik dan klan untuk menyalurkan ide dan mewujudkan proyek besar mereka kepada negara ternyata tidak sepenuhnya positif. Neo Prodigy Academy tidak hanya sebatas itu. NPA menjadi tempat yang tidak hanya menyimpan rahasia tentang dirinya, tetapi juga mengenai rekam jejak ibunya yang telah hilang, ayahnya kandungnya, serta segala kepalsuan dan sejarah gelap negaranya.
Jika pada Alternative Universe, cerita tersebut dibagi menjadi tiga babak dan ruang waktu yang berbeda. Sedangkan di novelnya memiliki time stamp yang lebih rapi berdasarkan alur cerita kejadian, sehingga setiap rahasianya terungkap secara perlahan.
Penggambaran karakter dari penulis juga sangat kuat. Penulis membentuk karakter yang tidak terpaku dalam artian tidak terpaku antagonis maupun protagonis. Setiap tokoh memiliki dua sisi, yang awalnya antagonis ternyata pada nyatanya tidak sejahat itu, pun demikian sebaliknya. Di alur ceritanya, The Prodigy memiliki banyak plot twist yang tentunya menambah point plus dan keseruan. The Prodigy dalam versi AU, ditulis dengan bilingual menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Namun dalam novelnya hampir 95% ditulis menggunakan Bahasa Indonesia. Meskipun begitu, penulis tetap menambahkan diksi-diksi yang beragam. Penggunaan diksi yang cukup bervariasi juga dapat menambah pengetahuan.
Satu hal yang disayangkan dari novel ini adalah penggunaan font yang kecil dan jarak antara baris yang terlalu rapat membuatnya terlihat sangat padat. Hal tersebut mungkin menjadi sedikit masalah bagi beberapa pembaca karena merasa kesulitan dalam membacanya. Namun, berkat alur dan plot cerita yang sangat bagus, kekurangan tersebut tidak terlalu berdampak karena pembaca akan asyik jatuh kedalam ceritanya. Saya juga mengharapkan akan ada momen kebersamaan yang lebih banyak antara Rennath dan ayah kandungnya, namun ternyata nihil. Sebagai gantinya, penulis memberikan ending yang cukup memuaskan. Sebagai penutup, saya akan sangat merekomendasikan novel maupun AU The Prodigy kepada para teman-teman penggemar Science Fiction. Sebagai penggemar Sci-Fi, saya jarang sekali menemukan cerita yang memiliki alur seperti ini. Kebanyakan yang saya temukan adalah novel terjemahan dan ketika menemukan ini saya merasa seperti menemukan sebuah oasis di tengah gurun pasir. Overall, saya sangat menyukai cerita ini.*
oleh Cindy Phaulina – XI IPS KBC / SMADA 42