Merdekalah Negeriku

oleh Rahmatika N. F. Indonesia negeri rempah-rempahDidatangi oleh para penjajahDemi keuntungan mereka semataMembantai para pribumi yang tak setiaMenyuap para raja yang tak punya harga diriUntuk kepentingan mereka sendiri Uang dan kekuasaan ditawarkanKeamanan dan kemudahan diberikanMerekalah para penghianat negeriRela mengobral harga diriHanya demi mengejar sebuah materi Semangat hidup bebas semakin meninggiKemerdekaan menjadi harga matiBukan sekedar tentang […]

Read More Merdekalah Negeriku

ALMAMATERKU

oleh Meysa Endies I.P. Tempat yang dulu menjadi anganUntukku menggantung impianKini terpampang di depan mataSekarang, diriku menjadi bagian didalamnya Tekad bulat mulai ku kumpulkanSemangat menimba ilmu ku kuatkanMengenakan jas merah muda tanda kebanggaanKuberikan segenap jiwa teruntuk almamaterku * Meysa Endies I.P. – X MIPA-3 / SMADA 39

Read More ALMAMATERKU

BUKU

oleh Rahmatika N. F. Lembaran-lembaran bukuHiasi hidupkuMenemaniku setiap waktuDengan banyak makna disitu Sebagai penghibur hati yang sepiBerikan cakrawala imajiHiasi pikiran, perluas wawasanMemompa motivasiHidupkan semangat meraih mimpi Hari demi hari silih bergantiTeman bisa datang dan pergi sesuka hatiTapi buku selalu menemaniMenjadi teman abadi * Rahmatika N. F. – X MIPA-3 / SMADA 39

Read More BUKU

Menggapai Asa

oleh Meysa Endies I.P. Aku, tersungkur di sudut ruang yang kelamDengan rasa pilu menguasai diriLangit pun ikut meresahMenghadirkan rintik membasahi bumi Bayang mimpi yang terpendam seakan hadirMenyadarkan raga yang sempat pupusDatang dengan semangat membaraDengan tekad menggapai asa * Meysa Endies I.P. – X MIPA-3 / SMADA 39

Read More Menggapai Asa

KILAU

oleh Windi Nova Ariesta Surya pagi menyapakuMengajakku pergi ke suatu tempatDitemani oleh hembusan anginRerumputan hijauDan kini,Tempat ku bersinggahGubuk namun megahDi sana,Kutemukan ribuan kantong emas,Kantong berlian,Kantong permata,Dan ketika ku bukaDia menunjukkan kilaunyaBersinar tanpa ragu selamanyaSekarang sampai nanti,Menemaniku saat melangkahMenjadi pedoman di kala kerumitan menghadang.* * Windi Nova Ariesta – X MIPA-5 / SMADA 39

Read More KILAU

RAPUH

Karya Windi Nova Ariesta Kupandang sebuah balok kayu tuaTerkapar lemas di pinggir jalanBersama lelumutan dan serbuk putihMulanya…Dia adalah sebatang pohon yang kokohDaunnya lebatAkarnya kuatNamun…Tangan-tangan usil membuatnya harus berpisahDengan anggota tubuhnyaKini, yang dimiliki hanya lumut dan serbuk putihTerpaan angin, hujan, dan cuacaMembuatnya nampak semakin kusamLapuk dan rapuhSeiring dimakan oleh waktuHingga akhirnyaMenjadi abu tak berkubu.* * Windi […]

Read More RAPUH

Bulan Mengusap Laraku

Karya Rheiza Paramitha N. Aku terdiam memandangimuSinarmu memancar menusuk jiwakuSampai ke relung-relung hatikuMengusap duka dan lara Sinarmu hadir warnai duniaHiasi alam yang teramat gelap gulitaHilangkan hitam kelam yang terus mencekamSejukkan hati dan pandangan mata* * Rheiza Paramitha N. – X MIPA-3 / SMADA 39

Read More Bulan Mengusap Laraku

Semesta Alam Berbicara

Karya Wahyu Hana Ramadhanastuti Pertiwi kini berdukaBerteriak, memanggil, dan mencariDi manakah kau manusia ?Pertiwi berkata” masih adakah manusia”Yang akan menjagaku ? Kukeluarkan abuku di KrakatauKu beri air bah di Tanjung LesungKedatangan banjir di PonorogoKekayaan hutanku kau rampasDengan paksa, kau curi isi perutku Aku hanya ingin kau melindungikuAgar aku dapat bertahanDan dapat memberimu nafas kehidupanLindungilah aku […]

Read More Semesta Alam Berbicara

Langkah Kehidupan

Karya Wahyu Hana Ramadhanastuti Massa demi masa sudah berlaluKemana kaki akan melangkahLika-liku kehidupan mengukir sejarahHingga suatu saat,aku tak tahu arah Ke mana aku harus melangkah?Di saat rintik hujan jatuh mengalirDi situlah aku ikut bersamanyaAkupun tak tahu harus melawannya atau tidak Hingga akhirnya aku menemukan jawabanHidup adalah perjuanganAku harus melawan aliran ituAku harus tetap berdiri Di […]

Read More Langkah Kehidupan

SUNYI

Karya Faradia Apriani Margantari Tanpa suara, tanpa bunyiBagai simfoni tak bernadaSenyap ditelan gelapnya langitDingin terasa hingga menusuk relung hati Mengapa, harus sunyi?Saat yang lain risih dengan keramaianMengapa, harus sunyi?Yang terasa mengintimidasi malam ini Hampa yang tak kunjung berujungMenyisakan malam yang enggan pulangTakut, tak akan ada lagi deru yang bergemaAkankah malam ini hanya terhias sunyi yang […]

Read More SUNYI