LORONG SUNYI

Oleh Almas Ghina M Bel pertanda pulang telah berbunyiMenyongsong siswa beranjak pergiSemarak di lorong seketika heningMengisahkan berakhirnya menuntut ilmu Tak disangka …Lorong semegah ini, tanpa hiruk-biruk penghuniSeakan menerka kehidupanSetiap keramaian pasti ada kesunyian Jangan risau jangan heranGejolak metamorfosa di ruang iniTetaplah berdamai wahai lorong nan sunyi * Almas Ghina M – X MIPA-5 / SMADA […]

Read More LORONG SUNYI

Tentangmu

Oleh Rive Nurdamayanti Ini adalah tentangmuTentangmu yang kucinta dalam diamTentangmu yang ku pandang dari jarak jauhTentangmu yang selalu kuterbangkan dalam setiap sujudku Nyatanya senyuman indah itu hanya bisu ku tatapNyatanya dirimu terlalu fana untukku yang nyataNyatanya semua tentangmu hanyalah angan belaka yang selalu ku tepis kenyataannya TuhanJika kau tak izinkan ia menjadi milikkuSetidaknya tolong buat […]

Read More Tentangmu

Takdir Kehidupan

Oleh  Almas Ghina M Aku terhanyut dalam pikirankuTerbawa arus kehidupanMerayap di atas tanah gersangJantungku seakan terkoyak-koyak Dalam renungan malam yang sunyiHatiku letih, memikirkan gejolakYang menentang arah hidupkuPadanganku mengukir seluruh kehidupan Dalam luapan amarahkuAku terhanyut dalam birahiku sendiriHarapku menggapai bintangKini hancur bagai buin ombakYang pecah di samudera kehidupanMarah, emosi, kebencianSeakan taka ada artiKetika aku harus melawanTakdirku […]

Read More Takdir Kehidupan

SUNYI

Malam sebagai pertandaMenjelang akhir hari iniRasanya waktu terus berlariMenjawab tanya yang selalu ada setiap waktuPara jangkrik bersuara seakan memberitahu kehadirannyaTerdengar bersatu padu seperti sedang merayakan sesuatuSeperti aku disini merayakan luka dalamDengan keheningan malam menunggu hari esok datangBisikan lembut angin seakan membekukan malam iniSilih berganti berhembus tak kenal letihTenang dalam kebohonganBerkaca menampakkan diri tanpa rasa gundahBahwa […]

Read More SUNYI

Perantara Ilmu

Berdiri tegap dihadapan bendera pusakaDiam dalam khidmat di setiap penjuruBermandikan cahaya mentari di pagi hariMenghiasi lorong-lorong penuh bayangan kelam dalam diri Ruang-ruang dipenuhi suara dalam diskusiSuara hasil pemikiran dalam konsentrasiMenimba dan mengingat dari hari ke hariTak luput dari rasa lelah yang menyelimutiRatusan ubin bagai menyambut hangatDengan tiang penegak meneduhi kamiRasa aman dan nyaman senantiasa diberiMeski […]

Read More Perantara Ilmu

Ketika Malam Tiba

Saat malam yang panjang datangAku tersesat lagi, tanpamuAku berkelana dalam sebuah mimpiYang tak pernah kumiliki sebelumnya Disebuah tempat tanpamuYang bisa membangunkankuAku disini menunggumuAku membutuhkanmu, bawa aku pergi Dalam kenangan yang hilangAku menangis sendirianSetelah malam yang panjang berlaluAku masih menunggumu Pada akhirnya, suatu hariAkankah kau memegang tanganku?Akankah kau berjalan bersamaku?Aku akan tetap menunggumu * Bunga Edelya […]

Read More Ketika Malam Tiba

Alam yang Memucat

Pucat, pasi, tak lagi berseriKerusakan telah melanda dunia iniHutan tak lagi hijauSungai tak lagi berisi Tandus, gundul, kering kerontangHingga hujan enggan menetaskan airnyaMata air mengering, sungai tak lagi mengalirNaas alam kita sudah binasa Embun pagi tak lagi tersisaUdara tak lagi sejukKering menusuk paru-paruLantas siapa yang harus disalahkan?* * Asvianti Kartikasari – X MIPA 5 / […]

Read More Alam yang Memucat

KISAHKU

Ini adalah kisahkuDengan sakit kronis yang tak kunjung membaikAku lelah,dengan semua perilakumuDi depan seakan-akan akulah kesayangan Tapi apa? / Kau perilakukanku seperti barang / yang telah rusak lalu kau buang Kamu tak merasakanBagaimana rasanya ditusuk ribuan panah tajam yang menerkamdengan hati lebam-lebam dan jiwa yang tertekan Aku bingungKamu atau dia yang bersalahsama-sama berbuat dosa dan […]

Read More KISAHKU

KUNCI PELITA

Ketika gulita membekapSedang pelita kian menjauhKetika luka menguasaiSedang asa mulai memudarTubuh hanya mampu meringkuk diam Menerawang kala nestapa laraSeolah terowongan tanpa ujung di depan mataLaksana waktu yang beku tengah menyapaHampa pun menyesakkan dada Tatapan-tatapan itu… Makian-makian itu… Bahkan teriakan-teriakan itu… Terus terngiang di gendangkuSelalu berkelana di memorikuDan gigih mencengkram benakkuSemua perlahan berubah menjadi tombak tak […]

Read More KUNCI PELITA

Retorika Ekonomi

Banyak pekerja diberhentikan tiba-tibaDengan alasan efisiensi semata Sekarang…Pekerja diganti mesinPerekonomian dikuasai tenaga kerja asingPekerja pribumi terasing Sumber daya yang adaHanya sebagai perantara negara lain mengeruknyaSedangkan kita?Kita mampu, mampu mengimpor 2,25 juta ton beras di tahun 2018 Semoga di masa yang akan datang kita dapat memanfaatkan potensiBerproses dan berkembang agar tak menjadi negara berkembang * Dea […]

Read More Retorika Ekonomi