Amarah yang Mendominasi

Rintik air hujan membasahi bumiTetapi tak membuatnya berhentiTerus bergerak menyalurkan amarahPukulan-pukulah kea rah sang lawanMembuat cairan merah mengalir dari sudut bibirnya Kabut amarah terus berkobarMembuat aura hitam muncul dari tubuhnyaAkal sehat telah ditutupi oleh amarahSeakan tak ada cara lain untuk menyelesaikannyaGeapnya langit menjadi saksi bisu pukulan itu Untuk apa?Untuk apa mereka melakukannya?Seperti ingin mengakhiri hidupnyaMenghancurkan […]

Read More Amarah yang Mendominasi

SEBUTIR DEBU GENERASI NYATA

Waktu berjalan, pun berputar namun perlahanGenerasi muda dengan cemas menungguMenunggu terbukanya pintu masa depanmenjadikan fatamorgana terlihat membisu Generasi bak debu berpacu berlaluUntuk pencapaian Indonesia yang nyataNampak senyum simpul Ibu PertiwiPertanda anak Indonesia bisa berkarya Namun di tengah derainya hujanDebu berlalu hilang, hanyut olehnyaMeninggalkan sebutir yang tersisaLelah semngat untuk nama yang diharumkan Siapa lagi, kalau bukan […]

Read More SEBUTIR DEBU GENERASI NYATA

Paradigma Kita

Dahan nan kokoh mulai rapuhTerganti tunas muda di hamparan semestaMenjulang tinggi meraih megaDi tengah terpaan huru-hara duniaTeriam akan memori jingga Kala pahlawan mempersembahkan jiwanyaDemi kami penerus semestaPerjuangkanlah harkat martabatnyaKenanglah ia dalam bait doa dan upacara benderaTeruskan ambisi menjaga nusantara Tebaskan kepiawaianmu di kancah duniaDemi si Zamrud KhatulistiwaHidupkanlah kembali nilai-nilai PancasilaBerantas euphoria nan kian merajalelaKikis habis […]

Read More Paradigma Kita

Teruntuk Sesuatu yang Semu

Kubuka lentera bolaku, kukedipkan tujuh kaliKuminum bekal yang telah ku rajut tuk berani memandang karya Berjalan … Melewati langkah demi langkahDan kudengar aksara yang membisik telinga Ohh … itu pahlawanku!Supermanku, wonder manku … Izinkan aku, tuk pergi menggapai liku Tak mungkin dengan kantung doraemon, atau mesin waktuTetapi dengan usahaku / Dengan pena, dan lembaran kertas […]

Read More Teruntuk Sesuatu yang Semu

Renungan Kepada Hati

Ketika kau tahu sahabatMereka begitu abstrakMereka tak terdugaSendumu redup, oleh celetukan tak masuk akalBinar indah di wajah muncul sekedap mata KondisiKetika mereka tak sedang di posisiLebarkan sukma terima semuaKetika tawa terganti senduKetika indah jadi gelap tak berwarna Tak usah miliki sahabatJika kau tak cukup kuatTak usah itu beratSahabat, bukan mereka yang tertawa lebarKetika kita muram […]

Read More Renungan Kepada Hati

Mereka yang Menyedihkan

DI kala angka menghujat kelamMereka tak pahamBagaimana perasaan yang mulai menghantam Memancing si tanda jasa dengan terkekehMembunuh sajak dengan bangganyaMereka yang tak mengertiBagaimana cara menanak nasi yang diaduk bukuMemahami lembar hanya sebatas formalitas Betapa menjijikkanMengadu etika dengan ludahKalian boleh saja menjambak wajahkuTapi jangan-jangan hiraukan zamanmu Bahkan kini muncul agama baruUntuk mereka … Para penyembah internetBerkitab […]

Read More Mereka yang Menyedihkan

Aku Bukan Lagi Aku

Dahulu …Ibu adalah Tuhan bagikuDahulu … Ayah adalah nabi untukku Namun sekarang,Bila zaman rela menafsirkanBagaimana keadaankuPerasaanku …Atau sekedar mengatakan pada TuhanBahwa kini, aku bukanlah aku Aku hanya pecandu laraYang menggugat nyata pada duniaMenentang bagaimana ibu mengasuhkuMembantah ayah dan seputar nasihatnya Aku bukan lagi akuBisakah aku menyalahkan takdir?Mempertemukanku dengan rindu pada zaman cerianya kelabu Bahkan ketika […]

Read More Aku Bukan Lagi Aku

Berpetualang dengan Harapan

Inilah iaYang memanggil tanpa kataYang memanggil lewat mimpi Inilah iaYang memanggil dan mematahkanYang menghidupi kehidupan Lautan yang memanggilTanpa kata, tanpa suaraDengarlah dengan bahagiaKarna ia memanggilAgar kau … Berlayar dengan harapan Ia juga memanggilmu untuk berceritabetapa indahnya nusantaraIa ingin bercerita jugaBahwa … Ia bahagia dengan biru yang takPernah kau lihat Mungkin dia ingin menyadari juaBahwa kita […]

Read More Berpetualang dengan Harapan

Nada di Atas Kubah

Lembayung senja mulai merundukMenggugurkan sari menjadi serbukGurat jingga melukis semestaMenggertak langit mengulas ronaMendesak cahaya redupkan sinarnyaHingga gulita kian berkuasa Nada-nada indah mulai menggemaTerlantun keras saling bersahutanSebagai puji pada sang KhaliqSeraya memanggil insane yang bertauhid Namun betapalah mirisWajah keriput pengisi barisDengan bertumpu kaki tertatihSungguh, tak pernah terbersitDi manakah golongan muda berada Mungkinkah gemerlap dunia telah membawanyaSeakan […]

Read More Nada di Atas Kubah

Melukis Jejak

Sorot netra menelisik tajamMengunci dalam ruang penglihatanBiarkan angin turut mengatakanPun sanubari terus menggenggamMembawa angan entah kemana Kaki seakan ikut menggertakMengantarku menuju nestapaTanpa suara hati berontakHingga teringat … Kaki ini tak lagi memijakMenyadarkan …Bahwa dunia telah memberiku hak Hingga di sinilah kaki menapakMemaku tubuh, menancap asaButiran debu terlihat berkuasaSeakan mengajakku berdansa riaNamun ego mulai tergerakMembiarkannya berdesir […]

Read More Melukis Jejak