MENELUSURI JEJAK BAPAK, JEJAK DARUL ISLAM

Judul Novel      : Serat Cantigi

Penulis               : E. Rokajat Asura

Penerbit            : Buku Mojok

Tahun Terbit    : 2018

Tebal Buku       : viii+298 halaman

Setelah berganti-ganti pekerjaan, sejak tahun 2010, E. Rokajat Asura sepenuhnya menulis dalam bahasa Sunda dan Indonesia, terutama menulis novel berlatar sejarah dan biografi. E. Rokajat Asura telah banyak menerima berbagai penghargaan kepenulisan. Penghargaan teranyar adalah Terbaik Kedua Sayembara Menulis Monolog untuk naskah “Runtah Hiji” dan Terbaik Pertama Sayembara menulis Drama Remaja untuk naskah “Pret!”.

Lahir dan tinggal di Bandung mengilhaminya untuk menulis cerita berlatar sunda. Seperti novelnya yang berjudul “Serat Cantigi” ini. Selain berlatar di Bandung, novel ini juga berlatar sejarah tentang pemberontakan Darul Islam. Novel “Serat Cantigi” karya E. Rokajat Asura ini merupakan satu di antara 25 unggulan Sayembara Menulis Novel Dewan Kesenian Jakarta tahun 2016.

Novel ini menceritakan tentang pemuda yang ingin mengetahui latar belakang bapaknya. Selama ini ia mengenal bapaknya sebagai seorang yang dicap sebagai pemberontak, anggota Laskar DI/TII. Novel ini diawali dengan peristiwa Ajat dan keluarganya yang sedang menunggui bapaknya yang sedang sakaratul maut hingga kematian datang menjemput bapaknya. Lalu

Kisah berlanjut tentang kedekatan Ajat dengan bapaknya, pelajaran-pelajaran yang disampaikan, hingga ia memutuskan untuk menelusuri jejak bapaknya. Pernah suatu ketika Ajat nekat naik kereta api tanpa tiket ke Cibatu, lokasi pesantren tempat ayahnya mencari ilmu. Penelusuran jejak bapaknya terus berlanjut. Berbagai kejadian ia alami, termasuk kejadian-kejadian yang ganjil atau tidak dapat diterima oleh akal,

Sesuai dengan judulnya, Serat Cantigi, novel ini ditulis seperti sebuah surat (serat). Hal ini menjadikan novel ini cukup menarik. Setiap saat Ajat seperti mengajak pembaca untuk berbicara dan bertukar pikiran. Kita sebagai pembaca seperti diajak terlibat dalam kisah-kisah yang disampaikan oleh Ajat, yang kebetulan (atau mungkin disengaja) namanya mirip nama pengarang novel ini.

Sebagai sebuah novel yang berlatar sejarah, Serat cantigi menyampaikan cerita sejarah dari sudut yang berbeda. Alih-alih menceritakan kisah perjuangan, pemberontakan, atau peperangan yang dilakukan oleh Darul Islam, Serat Cantigi justru mengisahkan tentang petualangan Ajat untuk mengungkap sejarah serta pandangan lain tentang keberadaan Darul Islam. Hal tersebut dilakukan Ajat setelah mengetaui perlakuan terhadap bapaknya seperti harus melapor ke kodim secara rutin, tidak memiliki hak dalam pemilu, dicoret dari pengurus masjid meski berjasa dalam pembangunan masjid, belum lagi pandangan sinis masyarakat terhadap mereka. Perlakuan-perlakuan itu tidak hanya dialami oleh pelaku, tetapi juga keluarga pelaku yang tidak terlibat bahkan tidak tahu sama sekali.

Bahasa yang digunakan cukup mudah dipahami. Meski sering menggunakan istilah-istilah atau sebutan dengan bahasa Sunda, kita dapat memahami dengan baik karena terdapat catatan kaki yang menjelaskan istilah dan sebutan tersebut.

Semakin lama dan intens penelusuran Ajat dalam mencari keterlibatan ayahnya dalam Darul Islam tidak ditutup dengan hasil memuaskan. Kita hanya disuguhkan dengan jawaban bahwa ayah Ajat berseteru dengan Sekdes karena kisah asmara masa lalu antara ayah Ajat dengan calon isteri Sekdes waktu itu. Hal itulah yang menjadi awal penyebab perlakuan khusus pemerintah desa terhadap ayah Ajat dan keluarga.

Selain itu, kisah cinta Ajat dengan Andini terlalu lama ditimbun. Beberapa kali nama Andini disebut dalam bab-bab awal cerpen. Namun, baru di empat bab terakhir, cerita Ajat tentang Andini intens diceritakan.

Membaca novel ini, kita diajak untuk memahami sejarah melalui pemikiran-pemikiran tokoh yang dianggap bertentangan dengan pemerintah. Secara umum, novel ini menyampaikan pesan kepada kita tentang bagaimana cara menyikapi suatu masalah.*

*Khoirul Huda

Satu tanggapan untuk “MENELUSURI JEJAK BAPAK, JEJAK DARUL ISLAM

Tinggalkan Balasan ke pekerjabakti Batalkan balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.