
Judul buku : Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
Pengarang : Tere Liye
Penerbit : Republika
Tahun terbit : 2009
Cetakan ke : XXXV
Tebal buku : iv + 426 halaman
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu, merupakan sebuah karya seorang lelaki kelahiran 21 Mei 1979 di pedalaman Sumatera Selatan. Siapa lagi sosoknya jika bukan Darwis, atau lebih akrab dipanggil Tere Liye. Dia adalah anak keenam dari tujuh bersaudara yang tumbuh dalam keluarga sederhana. Kesederhanaan dimasa kecilnya pun membekas hingga saat ini, terbukti dari tak banyak kisah hidupnya yang diekspos Meskipun dinobatkan sebagai penulis terkenal dengan buku-buku best seller, dia tidak memanfaatkannya untuk sekedar mencari popularitas.
Dengan gaya bahasa yang khas, Tere Liye telah menghasilkan kurang lebih 21 karya yang diterima hangat oleh masyarakat. Bahkan beberapa karyanya telah diangkat ke layar lebar, seperti Hafalan Sholat Delisa, Bidadari-Bidadari Surga, Moga Bunda Disayang Allah, dan novel yang saya baca kali ini Rembulan Tenggelam Di Wajahmu agaknya sudah dalam proses syuting film. Tinggal menantikan kapan akan ditayangkan ke layar lebar.
Novel ini bercerita tentang seorang tokoh bernama Ray yang memiliki kecamuk pertanyaan sendiri ketika usianya tak terbilang muda lagi. Lima pertanyaan sebelum akhirnya dia mengerti makna hidup dan kehidupannya. Ray dibawa memasuki dunia fantasi oleh orang dengan wajah menyenangkan ketika tubuhnya terkulai lemas di rumah sakit.
Sembari menjawab lima pertanyaan yang akan Ray ajukan, orang dengan wajah menyenangkan itu mengajak Ray kembali ke masa-masa kehidupan sebelumnya. Dia diajak untuk melihat apa saja yang pernah terjadi pada orang lain yang diakibatkan olehnya. Tentu Ray tidak pernah mengetahui selama ini bahwa kehidupannya berpengaruh sebab akibat pada kehidupan orang lain.
Sejauh usianya, Ray selalu bertanya dimana letak keadilan Tuhan. Ray tidak pernah puas dengan apa yang selama ini dia dapatkan. Ketika semua yang dia inginkan ada digenggaman, justru dia merasa sendiri. Orang-orang yang pernah menjadi alasan kenapa Ray bisa berjuang sejauh itu justru meninggalkannya satu persatu.
Ray tua, kekayaan dan jabatan yang tinggi berpihak padanya. Namun, penyakit-penyakit juga menghampirinya. Dan itulah pertanyaan terakhir Ray. Dia telah melakukan perjalanan mengenang masa lalu. Orang berwajah menyenangkan itu telah menjawab lima pertanyaan yang Ray ajukan. Dan akhirnya pun Ray bisa memahami betapa janji Tuhan sungguh hebat.
Rembulan Tenggelam di Wajahmu ini merupakan novel kesekian karya Tere Liye yang pernah saya baca. Novel ini terlalu sempurna untuk ditemukan sebuah kekurangan, jika saya bandingan dengan novel-novel yang pernah saya baca sebelumnya.
Novel ini begitu banyak memiliki kelebihan. Yang pertama, novel karya Tere ini seolah mampu membawa pembacanya untuk ikut masuk dalam dunia fantasi yang diciptakan. Alur cerita campuran yang mudah dipahami. Cerita dalam novel ini membuat saya penasaran dengan kelanjutannya. Dan saya tidak bisa menebak bagaimana Tere Liye akan melanjutkan cerita tersebut. Setelah saya membaca hingga usai, novel ini ternyata memberikan pesan yang sangat berarti yaitu semua urusan adalah sederhana.
Novel dirangkai dengan kata kata yang indah. Setiap kalimat yang disampaikan benar benar memotivasi. Begitupun dengan penyajian novel dengan cover yang tepat dengan ceritanya. Warna merah maron sangat sesuai dengan judulnya. Corak kuning seolah memberi kesan sebuah cahaya rembulan. Kertas dengan warna kuning kusam mewakili cerita yang terjadi di masalalu.
Sepertinya novel ini patut dibaca oleh kalangan muda juga para orang tua. Jangan sampai tidak membaca, sebab Anda tidak akan pernah mengetahui bagaimana hidup Anda yang sebenarnya sebelum membaca novel ini. Tere Liye akan mengubah pola pikir Anda perihal hidup yang sering kali dikeluh kesahkan, jika anda benar-benar akan membacanya. Tunggu apa lagi luangkan waktu sejenak untuk membaca lembar demi lembar novel Rembulan Tenggelam Di Wajahmu.*
*Viola Zesica Sari (XI MIPA-2)