Warisan yang Harus Diwarisi

Nama Buku          : Scouting For Boys

Penulis                 : Sir Lord Robert Stephenson Smyth Badden Powell of Gilwel

Penerbit               : ReneBook

Ukuran                 : 15 x 23 cm

Berat                    : 405 gr

Tahun Terbit        : 2018

Jumlah Halaman : 405 Halaman

Buku Scouting For Boys merupakan buku yang telah mengilhami jutaan Pramuka di seluruh dunia, dan menjadi salah satu buku yang wajib dibaca, tidak hanya  untuk anggota Pramuka, tetapi juga para guru pendidik, Pembina, Pelatih, Pecinta Alam, Relawan, dan para Orang Tua. Karena buku ini berisi sarat moral dan penuh dengan how-to kepramukaan yang masih relevan dengan kebutuhan Pramuka zaman now, kata Dr. H. Adhyaksa dault, S.H.,M.Si., Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, dan Ketua Umum Wadah pecinta Alam Vanaprastha.

Buku ini memiliki 9 bab yang berbeda dan masing-masing sub-babnya disebut dengan Kisah Api Unggun. Dari ke-sembilan bagian tersebut, terdapat 26 Kisah Api Unggun.

Dalam buku ini membahas  tentang Once a scout, always a scout(sekali pramuka, tetap pramuka), sehingga terdapat  teknik-teknik bagaimana menjadi pramuka, bagaimana kehidupan di kemah, bagaimana menjadi Pramuka yang berguna, bagaimana pramuka menyikapi keadaan, dan kewajiban Pramuka sebagai warga negara.

Kegiatan kepramukaan berupa hidup di alam terbuka untuk menyelamatkan nyawa dan menguji ketahanan, serta kecintaan terhadap negara sebagai Pramuka yang didasari dengan Darma Pramuka, The Scout law, dan Janji Pramuka, The Scout Promise, merupakan isi dari salah satu bab dalam buku ini.

Pada bab Berkemah, buku ini,menyajikan bagaimana teknik-teknik untuk Hidup di alam terbuka sebagai Pramuka Dirgantara dan Pramuka Bahari, serta teknik untuk membuat tanda, aba-aba, dan isyarat. Pada bab selanjutnya, yaitu bab Kehidupan di Kemah, buku ini menjelaskan tentang teknik membuat Pioneering, menentukan lahan perkemahan, dan cara memasak menggunakan berbagai macam teknik. Selain itu, pada bab Melacak Jejak, dijelaskan bagaimana untuk mengamati tanda, olah tempat kejadian perkara, mengenali sidik jari, petunjuk mengikuti jejak, dan metode untuk membaca tanda atau dedukasi.

Menjadi Pramuka yang berguna harus mampu menhidupi dirinya sendiri dan orang lain. Dalam buku ini, bab Ketrampilan Hidup Di Hutan dijelaskan bagaimana cara berburu hewan liar, mengintai, menyergap, dan mengobservasi tanaman yang terdapat dihutan. Selanjutnya, pada bab Ketahanan Bagi Pramuka, untuk menjadi seorang pramuka yang sehat, diperlukan kebiasaan yang menyehatkan.

Buku tulisan Bapak Pandu Dunia ini, juga menjelaskan budi pekerti sebagai seorang Ksatria, serta prinsip-prinsip seorang Ksatria. Selain itu, menjadi seorang Pramuka juga dituntut untuk mampu menyelamatkan nyawa orang lain, mengantisipasi kecelakaan, dan menolong orang. Teknik-teknik tersebut dijelakan dalam bab Menyelamatkan Nyawa.

Pada bab terakhir buku ini, Kewajiban Kita sebagai Warga Negara menjelaskan bagaimana mejadi seorang pramuka yang cinta tanah air,dan  berjiwa Nasionalisme yang tinggi, serta menjalin persaudaraan erat antara sesama pramuka di dunia. Untuk penutupnya terdapat biografi Badden-Powell dari mulai awal karirnya hingga menjadi ketua Pramuka di dunia.

Cakupan buku ini dapat diimplementasikan oleh semua kalangan, karena buku ini ditulis dengan semangat Peter pan dan Kim (novel legendaris). Permainan, drama, dan kisah api unggunnya penuh dengan ide-ide cemerlang dan menyenangkan. Bab-bab tentang pelacakan, kerajinan kayu, berkemah, sikap ksatria penuh dengan informasi praktis, dan latihan yang mengajarkan anak-anak bagaimana menjadi setia, sopan, dan inovatif.

Melalui buku ini, jutaan anak telah dibimbing untuk bersenang-senang dengan cara yang sehat dan tidak berbahaya. Mereka memperoleh pelajaran moral dan  praktis yang konkret. Badden-Powell dinominasikan sebagai penerima hadiah novel perdamaian tahun 1939. Penghargaan itu gagal diberikan karena perang. Akan tetapi dengan melihat daftar penerima berikutnya dari penghargaan itu, kita ragu ada orang yang mau melakukan banyak hal baik di dunia seperti yang dilakukan pengarang Scouting For Boys.

Buku ini memiliki sampul yang menarik. Selain itu, pada setiap awal babnya terdapat motto dari penulis. Penjelasan yang disampaikan tidak hanya berupa pengertian-pengertian yang membuat pembaca bosan tetapi terdapat kisah-kisah unik dan menarik dalam setiap pengertian-pengertiannya sehingga pembaca terkesan penasaran dengan cerita tersebut dan termotivasi.

Selain itu, pada setiap akhir bab dalam buku ini juga terdapat permainan-permainan yang dapat dikembangkan pembaca sehingga bisa dijadikan bahan kegiatan outbond. Buku ini juga menarik karena terdapat gambar-gambar ilustrasi, sehingga pembaca menjadi berimajinasi dan masuk ke dalam alur tulisan. Bahasa yang digunakan dalam  buku ini sangat mudah dipahami karena juga terdapat Footnote (catatan kaki).

Buku ini memiliki desain hitam putih sehingga menjadikan orang yang baru membaca tidak tertarik dan membuat kesan buku ini bacaan berat.*

* Afkarina Putri Rahayu – XI MIPA-6 / SMADA 38

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.