Ritual, Sihir, dan Fantasi

Judul novel          : Zero No Tsukaima / Zero’s Familiar

Pengarang           : Yamaguchi Noboru

Ilustrator             : Usatsuka Eiji

Alih Bahasa         : Martinus Yudhistira Wicaksono

Editor                   : stanley A. Lucardi

Penerbit               : PT Shining Rose Media, Jakarta, 2016

Zero no Tsukaima atau dalam bahasa lnggris bernama Zero’s Familiar adalah light novel fantasy comedy yang ditulis oleh Noboru Yamaguchi dan diilustrasikan oleh Eiji Usatsuka. Media Factory (penerbit asli dari jepang) menerbitkan 20 volume Zero Tsukaima pada Juni 2004 hingga Februari 2011. Serial ini tidak sampai tamat dikarenakan penulisnya meninggal pada 4 April 2013, tetapi akan rencananya akan dilanjutkan sampai selesai dengan penulis yang berbeda. Novel Zero no Tsukaima juga diadaptasi menjadi anime dan juga manga. Animenya sebanyak empat musim pada 2006 sampai 2012.

Zero no Tsukaima menceritakan kisah Louise seorang penyihir yang diberi julukan Zero Louise oleh teman-temannya kaena selalu gagal menggunakan sihir. Setiap sihir yang dia gunakan selalu berakhir dengan ledakan. Pada suatu hari di Sekolah Sihir Tristain, murid tahun kelas dua mengadakan ritual untuk memanggil familiar, yang nantinya akan menjadi pelindung dan partner penyihir seumur hidupnya serta biasanya memiliki wujud makhluk sihir. Akan tetapi ketika Louise melakukan ritual, dia malah memanggil seorang remaja laki-laki biasa dari Jepang yang bernama Saito Hiraga. Setelah itu dimulailah kisah mereka dan teman-temannya di akademi sihir tersebut.

Kelebihan yang terdapat dalam novel ini tentunya sangat banyak. Penggambaran suasana dan latar yang unik membuat pembaca seolah-olah ikut ke dalam sebuah dunia lain yang memiliki fantasi tersendiri dan sangat berbeda dengan dunia yang kita tinggali ini dimana di sana terdapat sekolah sihir dan makhluk-makhluk unik juga. Penokohan karakter juga merupakan kelebihan yang dimiliki novel ini. Cerita dalam novel ini juga tidak terfokus pada karakter utama dan heroinenya saja, tetapi juga ada sedikit bagian menarik menceritakan teman-temannya.

Selain memiliki banyak kelebihan, novel ini tentunya juga memiliki beberapa kekurangan. Penggambaran karakter seperti yang terdapat pada bagian depan novel terkesan seperti gambaran model lama sehingga sedikit kurang menarik. Selain itu juga terdapat satu arc yang menurut saya kurang menarik. Memang ketika bagian awal sampai pertengahan novel ini cukup menarik, akan tetapi ketika sampai ke bagian pertengahan mau ke bagian akhir terdapat arc atau satu bagian cerita yang ceritanya menurut saya kirang menarik. Tetapi setelah bagian itu ceritanya menjadi menarik lagi.

Novel ini secara keseluruhan sudah lumayan baik. Novel ini sangat bagus dibaca terutama untuk remaja-remaja yang menyukai genre-genre fantasi karena novel ini sangat kental dengan fantasi dan berisi gambaran kehidupan seperti jaman kerajaan di luar negeri jaman dulu dimana manusia bisa menggunakan sihir.*

* Irvansyah – XI MIPA 8 / SMADA 38

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.