
Judul Novel : Rust In Pieces
Penulis : Nel Falisha
Penerbit : Ice Cube Publisher
Tahun terbit : Maret 2015
Tebal : v + 223 halaman
Nel Falisha, lahir di Jakarta dan tumbuh besar di Bali. Membaca merupakan kegemarannya hingga rumahnya terdapat perpustakaan dengan rak dan kardus yang terisi pebuh dengan berbagai jenis buku. Novel ini merupakan salah satu karyanya yang berhasil lolos seleksi naskah YARN yang ia beri judul “Rush In Pieces”. Novel ini bergenre tentang teenfiction yang menceritakan tentang kisah anak remaja.
Novel ini bercerita tentang gadis pendiam yang bernama Tiana yang dulunya sangatlah populer saat masa SMPnya. Namun, usaha Tiana mempertahankan popularitasnya di SMP sia-sia setelah aski mengutilnya dipergoki teman-teman di club cheernya. Tak hanya dikeluarkan dari club, ia juga menerima julukan Miss Klepto hingga ia lulus. Walaupun begitu, ternyata Tiana tetap tidak bisa berhenti mengutil.
Tiana sangat frustasi hingga ia menutup diri. Saat memasuki bangku SMA ia menjadi sosok pendiam dan tertutup. Ia berfikir jika ia seperti itu orang lain tak akan tau dengan perilaku buruknya. Namun, Tiana salah. Di sekolah barunya ia harus bertemu dengan Dinda, teman semasa SMPnya dulu yang ikut memusuhinya setelah aibnya terbongkar.
Selain Dinda, Tiana juga merasa risih dengan Stefan yang terkenal kepo dan tahu tentang ketidakberesan Tiana. Stefan selalu berusaha untuk mendekati Tiana dan berulang kali pula Tiana berusaha untuk menghindarinya. Namun, suatu hari Bu Laksmi guru sosiologi memberi tugas kelompok hingga mau tak mau Tiana mencari teman pasangan. Dan teman yang pertama mengajaknya ialah Stefan, sehingga Tiana tak enak jika menolaknya.
Kedekatan mereka akhirnya dimulai, lama kelamaan Stefan menyadari jika Tiana suka mengutil, awalnya Tiana merasa sangatlah malu dan takut jika Stefan akan membocorkannya ke teman-teman yang lain. Tetapi ternyata Stefan diam dan membantu Tiana mencari penyebab dari keanehan Tiana tersebut.
Ternyata keanehan Tiana tersebut dikarenakan suatu penyakit, bukan karena Tiana memiliki perilaku buruk. Tiana menyangkal saat Stefan berusaha menyadarkannya. Namun setelah Stefan menunjukkan bukti yang mengarah akhirnya Tiana percaya jika kebiasaan mengutilnya merupakan sebuah penyakit bernama kleptomania, bukan murni keinginan buruknya.
Selain Stefan yang berusaha membantu Tiana menemukan penyakitnya, Stefan juga membantu Tiana untuk bisa bergaul dengan teman sekelasnya yang lain. Namun ternyata tidak semudah yang Stefan bayangkan, Tiana masih saja dihantui dengan perasaan takutnya. Walupun teman-teman Tiana berusaha untuk menyesuaikan diri dengan dirinya, Tiana masih saja merasa khawatir dan takut. Ia selalu merasa takut salah atau takut menyinggung hati temannya ketika berinteraksi sehingga ia akan dijauhi seperti saat ia SMP lagi. Apalagi Tiana sudah di cap aneh oleh teman-temannya
Padahal salah satu cara untuk menyembuhkan penyakit Tiana ialah untuk terus berfikir positif agar saat rasa mengutil dalam dirinya timbul dapat teralihkan. Lalu bagaimana cara Tiana agar dapat dekat dengan teman-temannya? Dan bagaimana cara Tiana terlepas dari penyakit kleptomania?
Judul Rush In Pieces sangatlah cocok dengan isi novel, yaitu ketakutan di setiap celah. Permasalahan yang diangkat oleh penulis sangatlah jarang ditemukan. Kleptomania merupakan penyakit yang jarang dialami oleh orang sehingga pembaca sendiri baru menyadarinya dan mungkin saja penyakit ini tanpa sadar juga ada di sekitar kita. Bahasa yang digunakan oleh penulis juga mudah dipahami sehingga cocok untuk dibaca di semua kalangan. Alur cerita tidak berbelit-belit. Penjabaran lokasi dan cara pengobatan penyakit juga dijelaskan secara mendetail oleh penulis.
Namun, cover novel yang terkesan horor kurang cocok dengan isi novel. Selain itu, masih terdapat juga beberapa kata yang penulisannya typo, dan ending dari cerita novel ini sedikit menggantung, jadi saat membaca ending kurang puas.
Secara umum, novel ini memberi tahu pembaca jika setiap masalah selalu ada penyelesaiannya. Kita sebagai manusia hendaknya tidak langsung men-judge perbuatan yang orang lain lakukan. Dalam menjalani hidup hendaknya kita selalu berfikir positif.*
* Usnida Oktaviani N.U. – XI MIPA 6 / SMADA 38