
Judul Buku : Rachel dan Miriam
Pengarang : Kahlil Gibran
Penerbit : Narasi
Tahun Terbit : 2008
Tebal Buku : 104 halaman
Buku yang ditulis oleh Kahlil Gibran ini menceritakan tentang seorang lelaki muda bernama Khalil yang mempunyai tekad besar untuk membela kebenaran. Khalil adalah seorang rahib yang ada di salah satu biara yang berada di wilayah Lebanon. Orang-orang yang tinggal diwilayah tersebut mengganggap bila seseorang yang dapat tinggal dibiara adalah orang yang sangat beruntung. Mereka menganggap bahwa dibiara itu mereka dapat dilayani dan mendapat tempat tinggal yang mewah serta megah. Namun, berbeda dengan yang dirasakan oleh Khalil, di biara dia diperlakukan seperti budak. Menurut kepala pendeta, seseorang tidak dapat menjadi rahib bila dia buta dan dungu, tanpa rasa dan bodoh. Namun, yang dirasakan Khalil itu berbeda, menurutnya orang-orang yang tinggal dibiara tersebut justru bukanlah seorang perasa, bukanlah seorang yang pintar. Kepala pendeta memperlakukan Khalil dengan kejam hingga membuat Khalil memberontak dan pada saat itu juga Khalil diusir oleh kepala pendeta dari biara.
Di tengah malam yang penuh salju itu Khalil berjalan seorang diri hingga akhirnya dia sudah tidak kuat menahan dinginnya salju yang menerpanya. Khalil akhirnya meminta tolong dengan suara rintihnya dan saat itu Rachel serta Miriam mendengarnya, akhirnya Khalil ditolong oleh anak dan ibu tersebut. Khalil menceritakan apa yang telah dialaminya dibiara hingga dia berani keluar dari biara tersebut. Khalil merasa beruntung karena dapat bertemu dengan Rachel dan Miriam, menurut Khalil bertemu dengan mereka dapat menumbuhkan semangatnya untuk membela kebenaran. Hingga akhirnya Khalil dapat memberanikan diri dan dengan tegas menunjukkan pada orang-orang bahwa yang tinggal di biara itu tidak sepantasnya disebut sebagai penolong. Khalil menjelaskan dengan kobaran semangatnya bahwa orang-orang yang tinggal dibiara itu adalah seorang penindas. Orang-orang pun percaya dengan perkataan Khalil sehingga membuat orang-orang sadar. Sejak itupun orang-orang mulai bangkit dan mengurus kehidupannya sendiri, tidak perlu dijadikan budak lagi oleh para pembesar.
Menurut saya, Kahlil Gibran dalam menuliskan buku ini terdapat banyak kelebihannya. Buku ini ceritanya bagus, alurnya sesuai (alur maju) sehingga tidak membuat pembaca menjadi bingung dan dapat menarik pembaca untuk membaca buku Rachel dan Miriam ini. Buku ini juga mengangkat tema yang menarik, yaitu mengenai pentingnya nilai kebenaran dan sikap saling tolong menolong. Selain itu, amanat yang diberikan sangat bermanfaat bagi pembaca, yaitu mengajarkan betapa pentingnya dalam membela kebenaran karena pada zaman sekarang sangat jarang ditemui orang-orang yang mau mengutamakan kebenaran
Bahasa yang digunakan dalam buku ini berbelit-belit. Banyak kalimat kiasan yang justru membuat pembaca tidak mudah memahaminya. Selain itu, judul tidak terlalu menonjol atau berkaitan dengan isinya. Buku ini berjudul Rachel dan Miriam, tetapi isi ceritanya lebih dominasi terhadap perjuangan seorang lelaki bernama Khalil dalam menegakkan kebenaran.
Buku ini sangat layak untuk dibaca karena banyak mengandung nilai moral yang saat ini sudah jarang ditemui dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dengan membaca buku ini dapat mengingatkan kembali para pembaca untuk menerapkan nilai moral tersebut dalam kehidupan sehari-hari.*
* Nita Resti Utami – XI MIPA-4 / SMADA 37